Sumbawanews.com,- Arema FC kalah telak 0-3 dari Madura United dalam lanjutan pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027, Jumat (6/11/2026) malam WIB, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Kekalahan ini memperburuk posisi Singo Edan di klasemen dan memicu kritik tajam dari pelatih interim Andre Caldas, yang menyoroti kelemahan mental dan konsentrasi pemain di menit-menit krusial.
Dua gol Madura United tercipta di penghujung babak pertama: Jorge Mendonca menyambar sundulan pada menit ke-45, diikuti Dimitar Mitkov yang menggandakan keunggulan tuan rumah hanya satu menit berselang. Di babak kedua, Arema FC berupaya bangkit dengan mengganti Gustavo Franca dan Leo Guntara, serta mengubah formasi menjadi 4-3-3. Namun, upaya serangan mereka gagal membuahkan gol—Gustavo Franca membentur mistar pada peluang emas, sementara Achmad Maulana melebar di atas gawang pada menit ke-74. Petaka datang di injury time: Gali Freitas memanfaatkan kekosongan pertahanan untuk mencetak gol ketiga Madura United pada menit ke-90+3, menutup kemenangan 3-0 bagi Laskar Sape Kerrab.
Caldas mengakui bahwa taktik pertahanan 3-4-3 yang diterapkan berhasil menahan tekanan hingga menit ke-45, tetapi kebobolan dua gol beruntun di akhir babak pertama menghancurkan fokus tim. “Kami bermain lebih kompak, tapi kebobolan di menit-menit akhir adalah hal yang tidak bisa diterima,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia menekankan bahwa masalah utama bukan pada strategi, melainkan ketidakstabilan mental pemain yang mudah goyah setelah kebobolan.
Pemain Arema, Mauro Zijlstra, juga mengakui kesulitan tim dalam melepaskan diri dari tekanan tuan rumah meski sempat menciptakan beberapa peluang. Madura United, yang tampil solid dengan susunan pemain Angga Saputro dkk., tetap berbahaya di serangan balik—Dimitar Mitkov nyaris mencetak gol kedua pada menit ke-64, tendangan bebasnya hanya menghantam tiang gawang.
Kekalahan ini membuat Arema FC tetap bertahan di peringkat ke-12 dengan 9 poin, sementara Madura United melangkah mantap ke posisi kedua dengan 19 poin. Caldas menegaskan bahwa jeda kompetisi akan dimanfaatkan untuk evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek mental dan kesiapan psikologis pemain. “Kami harus bekerja lebih keras, memperbaiki mental, dan memastikan setiap pemain siap sepenuhnya untuk laga-laga mendatang,” tegasnya.















