Sumbawanews.com,- Setelah Lionel Messi mengumumkan pensiun dari tim nasional Argentina pada September 2026, setelah tampil di Piala Dunia FIFA 2026, pelatih Lionel Scaloni memutuskan untuk tidak menugaskan nomor punggung 10 kepada siapa pun. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap legenda yang membawa La Albiceleste meraih gelar Piala Dunia 2022 dan meraih berbagai penghargaan individu sepanjang kariernya. Laga terakhir Messi di kandang sendiri terjadi pada 5 September 2025, saat Argentina menang 3-0 atas Venezuela di Estadio Monumental, Buenos Aires — laga yang juga menjadi penutup penampilannya di stadion kebanggaan fans Argentina. Pemain berusia 38 tahun itu akan menutup karier internasionalnya dengan laga perpisahan melawan Benin pada Oktober 2026.
Kekosongan nomor 10 menjadi fenomena pertama bagi Argentina dalam 17 tahun terakhir, sejak Messi mengambil alih jersey ikonik itu pada 2009. Sebelumnya, nomor tersebut pernah dikenakan oleh Diego Maradona, menjadikannya simbol kejeniusan dan identitas sepak bola Argentina. Scaloni menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga strategis — memberi ruang bagi generasi mendatang untuk membuktikan diri layak mewarisi beban sejarah itu. Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, mendukung wacana memensiunkan nomor 10 secara permanen, meski regulasi FIFA saat ini tidak mengizinkan pensiunan nomor secara resmi dalam kompetisi internasional.
Saat ini, para suporter dan analis memperdebatkan siapa yang paling layak menjadi penerus spiritual Messi — apakah itu Julián Álvarez, Enzo Fernández, atau pemain muda lain yang akan muncul di masa depan. Namun, hingga laga perpisahan Messi pada Oktober 2026, nomor 10 tetap diam, kosong, dan sakral — seperti sebuah nisan keagungan yang tak bisa digantikan, hanya dihormati.














