Sumbawanews.com,- Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom menjelaskan cara mengurangi risiko penyadapan melalui Lawful Interception Management System (LIMS), sistem yang memungkinkan pemantauan komunikasi langsung dari jaringan operator tanpa perlu menginfeksi perangkat. Kasus dugaan penyadapan nomor telepon Presiden Prabowo Subianto yang terungkap pada 3 November 2026 memicu kekhawatiran publik terhadap kerentanan komunikasi pribadi. Untuk melindungi diri, pengguna disarankan menggunakan aplikasi enkripsi end-to-end seperti WhatsApp, Signal, atau Telegram Secret Chat untuk percakapan sensitif, serta menghindari SMS dan panggilan telepon biasa yang rentan diakses melalui infrastruktur operator. Selain itu, pembaruan rutin sistem operasi dan aplikasi penting untuk menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan pelaku penyadapan.
LIMS bekerja dengan menghubungkan penegak hukum ke jaringan operator telekomunikasi, sehingga salinan percakapan telepon biasa dan metadata—termasuk nomor penelepon, waktu, dan durasi panggilan—dapat diambil tanpa jejak di perangkat korban. Menurut Alfons, tidak ada indikator teknis di ponsel yang menunjukkan adanya penyadapan melalui sistem ini, membuatnya sulit dideteksi oleh pengguna biasa.
Sementara itu, Apple tengah menguji rilis iOS 27.3 Beta yang membawa perubahan signifikan pada aplikasi Health, termasuk integrasi Apple Intelligence untuk analisis tren kesehatan jangka panjang, serta tampilan tab vertikal di Safari. Perubahan ini menandai upaya Apple memperkuat fitur kesehatan dan antarmuka pengguna, meski tidak terkait langsung dengan isu penyadapan LIMS.















