Sumbawanews.com,- AC Milan dikalahkan 0-2 oleh Ferencvaros dalam laga Liga Europa, membuat pelatih Ruben Amorin menyampaikan kekecewaan mendalam atas performa timnya. Pertandingan yang berlangsung di Budapest itu memperlihatkan Milan tampil tanpa ambisi, konsentrasi, dan keinginan bersaing, terutama di babak pertama, sebelum kebobolan dua gol dari Lenny Joseph di babak kedua. Kekalahan ini memperburuk catatan buruk Rossoneri yang sudah menelan dua kekalahan dari tiga laga pertama di kompetisi Eropa musim ini.
Amorin menilai timnya tidak siap secara mental maupun teknis setelah menang atas Inter Milan dalam Derby della Madonnina. Ia menegaskan bahwa mengenakan seragam Milan berarti membawa tanggung jawab besar, dan tampil tanpa fokus seperti melawan Ferencvaros adalah hal yang tidak bisa diterima. “Tidak ada penjelasan. Saya tidak ingat pernah ada babak pertama seperti ini sebelumnya. Ini soal ambisi, konsentrasi, dan keinginan. Kami membuang peluang dan memberi hadiah bodoh kepada lawan. Kami tidak siap bermain sepak bola malam ini,” ujar Amorin kepada Sky Sports, sebagaimana dikutip Sempremilan.com.
Pelatih asal Portugal itu juga mengakui kegagalan dalam mengelola transisi dari laga derby ke kompetisi Eropa, serta mengakui kemungkinan dirinya sendiri belum berhasil memastikan tim turun ke lapangan dengan kondisi optimal. Ia menanggapi kritik terkait aspek psikologis tim dengan mengatakan bahwa Milan belum siap bersaing di dua kompetisi sekaligus dan meminta para pemain mengevaluasi pendekatan mereka terhadap setiap pertandingan. “Kami harus rendah hati dan memahami apa yang telah terjadi. Biasanya saya punya banyak alasan untuk membela tim, tapi tidak malam ini.”
Amorin juga menyoroti sikap sejumlah pemain yang tidak mendapat kesempatan bermain starter, mencontohkan Strahinja Pavlovic sebagai teladan. “Semua pemain harus berlatih seperti Pavlovic. Dia siap mengerahkan segalanya dalam latihan dan menjadi contoh yang baik. Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak memberikan yang terbaik, bahkan jika tidak dimainkan dari awal,” tegasnya. Ia menekankan bahwa kemenangan seharusnya tetap mungkin, bahkan dengan skuad yang diturunkan sejak menit pertama.















