Sumbawanews.com,- Sebanyak 325 hektare hutan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, akan direstorasi bertahap pada 2026–2027 melalui penanaman 120.000 pohon untuk memulihkan ekosistem dan melindungi habitat macan tutul jawa. Program ini dibagi dalam dua tahap: 225 hektare pada 2026 dan 100 hektare pada 2027, dengan melibatkan tiga kelompok tani hutan setempat dalam seluruh proses—dari pembibitan hingga pemeliharaan. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Didid Sulastiyo, menegaskan bahwa restorasi harus diikuti pemantauan berkala agar pohon yang ditanam tumbuh optimal dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan ekosistem. Hasil Java-Wide Leopard Survey mengidentifikasi 51 individu macan tutul jawa di kawasan ini, termasuk tiga anakan, yang bergantung pada kualitas habitat, ketersediaan mangsa, dan konektivitas antarhutan. Restorasi ini menjadi tambahan dari upaya sebelumnya seluas 275 hektare melalui Green Corridor Initiative yang didukung Star Energy Geothermal, perusahaan yang telah beroperasi di kawasan itu selama 32 tahun.















