Home Berita Internasional Pemilu Paruh Waktu AS Catat Rekor Biaya Kampanye Terbesar Sepanjang Sejarah

Pemilu Paruh Waktu AS Catat Rekor Biaya Kampanye Terbesar Sepanjang Sejarah

Sumbawanews.com,- Pemilu paruh waktu Amerika Serikat 2026 mencatat rekor biaya kampanye tertinggi dalam sejarah, dengan total pengeluaran mencapai US$11,9 miliar atau sekitar Rp217 triliun. Menurut OpenSecrets, organisasi yang memantau pendanaan politik, sebagian besar dana berasal dari Super PACs—kelompok eksternal yang dapat menerima sumbangan tanpa batas—dan kontribusi besar dari miliarder seperti Elon Musk, yang menggelontorkan hampir US$500 juta untuk mendukung kandidat Partai Republik, terutama di Texas. Pengeluaran iklan, terutama di televisi, menjadi porsi terbesar dari anggaran, dengan total belanja iklan mencapai US$11,15 miliar hingga akhir Oktober, sementara donatur terkaya lainnya seperti George Soros dan Michael Bloomberg juga memberikan sumbangan miliaran dolar kepada kelompok liberal. Industri kripto, termasuk Ripple dan Coinbase, turut berperan dengan menyumbang US$63 juta untuk mendukung kepentingan politik mereka.

Pengeluaran kampanye tahun ini melampaui angka pemilu paruh waktu 2022 sebesar 30 persen, dengan Super PACs dan PACs menyumbang lebih dari US$5,5 miliar dari total pengeluaran. Meski aturan melarang sumbangan langsung ke kandidat, Super PACs memanfaatkan dana tersebut untuk iklan, survei, dan kegiatan kampanye tidak langsung. Musk melalui America PAC dan Senate Leadership Fund mengalokasikan lebih dari US$45 juta untuk pertarungan Senat di Texas, serta sekitar US$10 juta masing-masing untuk Michigan dan Ohio. Wilayah lain seperti Iowa dan Maine juga menjadi fokus besar pengeluaran iklan. Data Federal Election Commission menunjukkan bahwa pengeluaran kampanye terus meningkat pesat, meskipun angka final baru akan dirilis setelah pemungutan suara selesai pada 3 November 2026.

Previous articleJesus de Miguel Meninggal Usai Benturan Maut di Liga Spanyol
Next articlePresiden Prabowo Diduga Jadi Sasaran Penyadapan Ilegal 2025–2026