Sumbawanews.com,- Kedutaan Besar Republik Indonesia di Nairobi mendorong kolaborasi generasi muda Asia-Afrika dalam bidang inovasi, teknologi, dan kewirausahaan pada Forum Pwani Innovation Week 2026 di Mombasa, Kenya, pada 30 Oktober 2026. Minister Counsellor Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Nairobi, R. Wisnu Lombardwinanto, menyampaikan seruan ini dalam pidato utama di hadapan lebih dari 2.500 peserta dari wilayah pesisir Afrika Timur. Ia menegaskan pentingnya memperkuat Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika 1955, agar inovasi tidak hanya teknis, tetapi juga berdampak nyata bagi pelajar, wirausahawan muda, dan masyarakat pesisir.
Wisnu menyoroti kesamaan Indonesia dan Kenya sebagai negara dengan populasi muda, dinamis, dan semakin terhubung digital—dengan penetrasi internet masing-masing 74,6 persen dan 48 persen. Ia menekankan bahwa tantangan ke depan bukan sekadar memperluas akses, melainkan mengubahnya menjadi peluang produktivitas, inklusi, dan kemakmuran bersama. Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan keberagaman Indonesia yang terdiri dari lebih dari 280 juta penduduk, 17.000 pulau, dan 1.300 kelompok etnis yang bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.
Selain inovasi, KBRI Nairobi menekankan pentingnya kerja sama pendidikan melalui program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang, TIAS, dan Dharmasiswa. Forum Youth-to-Youth Dialogue 2026 yang diselenggarakan bersama Daystar University Kenya melibatkan lebih dari 150 peserta langsung dan 200 daring dari perguruan tinggi kedua negara, bertujuan membangun hubungan damai dan mempersiapkan pemimpin masa depan. Wisnu mendorong perluasan kerja sama di bidang ekonomi digital, ekonomi kreatif, kolaborasi universitas dengan pusat inovasi, serta pertukaran antar-inovator muda.
Forum PIW 2026, yang diselenggarakan untuk ketujuh kalinya, juga meluncurkan Peta Jalan Inovasi Pwani 2026–2036 untuk mendorong transformasi ekonomi pesisir melalui pemberdayaan pemuda. Acara yang dihadiri pejabat pemerintah Kenya, perwakilan negara asing seperti Prancis, Jerman, Belanda, dan Belgia, serta investor dan akademisi, mencatat komitmen pendanaan melalui sesi Deals Den dan memberikan penghargaan kepada inovator lokal yang mengembangkan solusi berbasis AI serta prototipe ramah lingkungan. Forum ini juga membahas tantangan sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan manipulasi politik menjelang pemilu Kenya 2027, serta keterbatasan akses pasar bagi inovator muda.
KBRI Nairobi menilai keterlibatannya sebagai bagian dari diplomasi publik untuk memperkuat Kerja Sama Selatan-Selatan dan menerapkan nilai-nilai Semangat Bandung dalam kehidupan nyata. Ke depan, KBRI berkomitmen memperdalam kemitraan bilateral dengan Kenya melalui forum multilateral demi membuka peluang bagi pemuda, memperkuat pemahaman budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara.















