Sumbawanews.com,- Demonstrasi pelajar di Prancis kembali memblokade sejumlah sekolah menengah setelah libur musim gugur, memperpanjang gelombang protes yang telah berlangsung selama tiga pekan berturut-turut. Aksi ini terjadi pada Senin, dengan sekitar 1 persen dari 3.700 sekolah menengah atas di seluruh negeri mengalami gangguan akses. Para siswa memprotes ketimpangan sumber daya pendidikan dan biaya hidup yang semakin memberatkan, meskipun pemerintah telah mengumumkan sejumlah konsesi seperti penambahan guru, pembatasan jumlah siswa per kelas, dan perubahan proses penerimaan mahasiswa. Di Marseille, para demonstran bahkan menumpuk tempat sampah di depan pintu masuk sekolah sebagai bentuk simbolis penolakan. Menteri Pendidikan Édouard Geffray memperingatkan bahwa ratusan ribu siswa yang telah absen selama empat hingga lima minggu berisiko gagal dalam ujian baccalaureate akhir tahun. Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa aspirasi generasi muda telah didengar, namun pemerintah mengaku terbatas dalam ruang gerak untuk memberikan tambahan konsesi akibat tekanan ekonomi dan utang negara yang mendekati 119 persen PDB.















