Home Berita Internasional Serangan Siber Lumpuhkan Sistem Pendingin Supermarket di Eropa

Serangan Siber Lumpuhkan Sistem Pendingin Supermarket di Eropa

Sumbawanews.com,- Sejumlah supermarket dan toko bahan makanan di delapan negara Eropa mengalami gangguan sistem pendingin pada Senin, 2 November 2026, akibat serangan siber yang menyebabkan suhu lemari es dan pembeku naik drastis, memaksa pembuangan ribuan kilogram makanan. Insiden ini terjadi di Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia, dengan sebagian perusahaan mengonfirmasi bahwa serangan tersebut disengaja dan menargetkan perangkat pengendali pendingin eksternal. Komisioner Uni Eropa untuk Pertanian dan Pangan, Christophe Hansen, mengecam aksi ini sebagai upaya terorganisasi untuk mengganggu rantai pasokan pangan dan merusak kepercayaan konsumen.

Di Belgia, Carrefour mengonfirmasi 15 dari 700 gerainya terdampak, sementara Ikea, Delhaize, Colruyt, dan Intermarche juga melaporkan gangguan serupa. Di Hove, sebuah toko daging kehilangan daging senilai 15.000 euro akibat kenaikan suhu hingga 18 derajat Celsius. Di Irlandia, 13 gerai SuperValu milik Musgrave terpaksa menarik produk dingin dan beku dari penjualan. Di Portugal, tujuh gerai Intermarche milik Mosqueteiros mengalami serangan yang diduga menyasar penyedia sistem pendingin eksternal. Di Swedia, tujuh gerai Coop dan sejumlah gerai Ica mengalami kenaikan suhu hingga 50 derajat Celsius, merusak seluruh stok pembeku. Di Estonia, satu supermarket mengalami serangan serupa dengan suhu meningkat hingga 50 derajat Celsius, dan perangkat terdampak diketahui menggunakan model lama dari Danfoss.

Perusahaan Denmark Danfoss mengakui bahwa sistem pendingin buatannya menjadi sasaran serangan di Belanda, dengan sedikitnya 17 usaha terdampak. Laporan menyebut banyak perangkat masih menggunakan kata sandi bawaan dan terhubung ke jaringan tidak aman, meski perusahaan telah menyarankan pelanggan untuk memutus koneksi internet. Di Belgia, perusahaan Sabcobel mengaku baru menyelesaikan keamanan 90 persen instalasi sebelum serangan terbaru terjadi. Pakar keamanan siber dari Finlandia dan Swedia memperingatkan bahwa celah pada sistem pengendali operasional semakin sering dieksploitasi, dan banyak pemilik perangkat belum memperbarui keamanannya. Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini, dan kemungkinan keterkaitan dengan serangan serupa di Prancis pada 12 Oktober 2026 masih dalam penyelidikan.

Previous articlePersib Bandung Siap Uji Nyali Melbourne Victory, Kunci Peringkat Asia untuk Indonesia
Next articleWaspada Modus Penipuan Digital Paling Marak di Jakarta