Sumbawanews.com,- Manchester United akan menjamu AS Roma di Old Trafford pada Rabu (4/11) dini hari WIB dalam lanjutan Liga Champions, dalam kondisi krisis setelah tidak menang dalam sembilan laga berturut-turut. Tuan rumah yang terpuruk secara mental dan taktis dihadapkan pada lawan tangguh asal Italia yang sedang berada di puncak performa, dengan lima laga terakhir tak terkalahkan dan taktik mematikan di bawah asuhan Gian Piero Gasperini. Prediksi dari sejumlah analis memperkirakan Roma akan memanfaatkan kelemahan MU untuk meraih kemenangan, bahkan ada yang memprediksi skor hingga 3-0. Namun, sebagian lain meyakini Setan Merah masih punya daya juang di kandang sendiri, meski rekor historis empat kemenangan MU atas Roma di Old Trafford tampaknya akan terkikis.
Beberapa analis memprediksi AS Roma akan menang 2-1, dengan alasan bahwa tim asuhan Gasperini memiliki lini serang yang dinamis, dipimpin oleh pemain seperti Ndicka, Mancini, Mora, Malen, hingga Dybala yang sedang dalam performa terbaik. Kekurangan MU dalam variansi strategi, krisis kepercayaan diri, dan minimnya determinasi di lapangan menjadi faktor kunci yang mendukung prediksi kemenangan tamu. Meski demikian, ada yang meyakini MU masih mampu mencetak gol, meski tetap kalah—sebagaimana diperkirakan oleh seorang analis yang memprediksi skor 2-1 dengan MU mencetak satu gol.
Sementara itu, prediksi paling ekstrem datang dari seorang analis yang memperkirakan Roma akan menang 3-0, dengan menyebut MU sedang “kepayahan di atas lapangan” dan taktik Michael Carrick gagal berjalan. Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa Liga Champions tetap menjadi panggung berbeda bagi MU, di mana semangat kandang dan sejarah bisa membangkitkan kebangkitan meski dalam kondisi buruk. Namun, semua prediksi sepakat: Old Trafford kehilangan magisnya, dan Roma—yang dikenal sebagai “Serigala Italia”—siap menerkam.
Rekor historis MU atas Roma di kandang sendiri, yang pernah menang empat kali, kini berada di ujung tanduk. Dengan MU yang belum menang sejak sembilan laga terakhir dan Roma yang tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir, pertandingan ini bukan sekadar laga grup—tapi ujian nyata bagi eksistensi Setan Merah di pentas Eropa.















