Sumbawanews.com,- Pada Minggu, 1 November 2026, di Stade de la Mainau, penyerang sayap Strasbourg, Martial Godo, mencetak gol pertamanya di musim ini setelah memimpin kemenangan 5-1 atas Auxerre dalam laga pekan kesembilan Liga Prancis 2026-2027. Kemenangan itu sekaligus membuatnya viral, bukan hanya karena performanya, tetapi karena rutinitas uniknya sebelum laga: latihan mata. Dalam video yang beredar, Godo terlihat menggerakkan jari-jarinya di depan wajah, mengalihkan pandangan ke berbagai titik, dan menutup salah satu matanya secara berulang—sebagai bagian dari teknik visualisasi untuk mempertajam penglihatan dan kesadaran spasial.
Gol-gol Strasbourg dicetak secara berbeda oleh Martial Godo, Dario Essugo, Conrad Harder, dan dua kali oleh Gessime Yassine. Godo menjelaskan dalam wawancara pascalaga bahwa latihan visual itu membantunya “memasuki situasi yang menyerupai kenyataan” sebelum pertandingan. Menurut laporan Sport Bible, teknik semacam ini didukung penelitian yang menunjukkan peningkatan efisiensi pemrosesan informasi visual, terutama dalam membaca pergerakan lawan sepersekian detik lebih cepat. Spesialis penglihatan olahraga Patrícia Rodrigues, yang pernah bekerja dengan klub-klub besar seperti Aston Villa dan Tottenham, menegaskan bahwa enam minggu pelatihan visual dapat meningkatkan kemampuan visuomotor pemain, termasuk pelacakan bola, penglihatan periferal, dan kecepatan pengambilan keputusan.
Godo bukan satu-satunya pemain yang mengadopsi metode ini. Bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold, juga menjalani program pelatihan visual selama enam minggu bersama Dr. Daniel Laby, yang mencakup latihan penglihatan periferal dan realitas virtual untuk memperluas kesadaran lapangan. “Saya belum pernah melatih penglihatan sebelumnya. Ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan,” ujar Alexander-Arnold. Bahkan, Wout Weghorst juga terlihat melakukan latihan serupa, menunjukkan bahwa tren ini mulai merambah dunia sepak bola profesional sebagai bagian dari persiapan mental dan sensorik yang holistik.














