Sumbawanews.com,- Seorang balita berusia 20 bulan tewas dibunuh oleh ayah tiri dan ibu kandungnya di toilet umum di Jakarta Selatan. Korban, berinisial SF, ditemukan dalam kondisi kurang gizi dan memiliki sejumlah luka kekerasan baru maupun lama di wajah, dada, perut, dan keempat anggota gerak. Hasil pemeriksaan forensik oleh Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, dr. Asri Megaratri, mengonfirmasi adanya tanda cedera pada organ dalam tubuh korban, sementara penyebab kematian masih menunggu hasil laboratorium dan toksikologi. Motif pembunuhan diduga terkait kesulitan ekonomi keluarga pelaku, yang memilih menghilangkan anak bungsu dari dua bersaudara.
Pelaku, AR (22) sebagai ayah tiri dan JM (20) sebagai ibu kandung, setelah melakukan aksi kejam itu, memesan taksi daring menuju Palmerah, lalu berjalan kaki ke kawasan Benhil. Di sebuah lahan kosong di sisi kiri jalan, mereka mengubur jasad korban dalam kantong plastik. Polisi berhasil mengamankan kedua pelaku setelah mendapat informasi dan melakukan penyelidikan. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel jenazah, termasuk histopatologi dan toksikologi, masih berlangsung di Puslabfor Polri.















