Sumbawanews.com,- Pedro Acosta memilih bersantai di Bali menjelang MotoGP Qatar akhir pekan ini, meski keamanan di Timur Tengah menjadi sorotan dan Yamaha memutuskan absen. Posisinya yang kokoh di peringkat empat klasemen MotoGP 2026 setelah finis kedua di Malaysia menjadi dasar kepercayaannya untuk mengambil jeda sejenak. Acosta, yang akan menjalani musim terakhirnya bersama KTM sebelum bergabung dengan Ducati pada 2025, mengatakan, “Saya akan pergi ke Bali, bersantai sejenak, dan kemudian melihat hal yang akan terjadi.” Meski perjalanan ke Qatar dari Bali lebih panjang, ia tak memperdulikan logistik—fokusnya pada keseimbangan mental menjelang balapan krusial.
Acosta, yang pernah meraih gelar juara di MotoGP Austria dan memenangkan dua sprint race—di Thailand dan Malaysia—tetap menjadi salah satu pembalap paling menjanjikan di kelas premier. Ia menjadi satu-satunya pembalap modern yang berhasil meraih gelar juara di Moto3 dan Moto2 sebelum naik ke MotoGP pada 2024, mengikuti jejak Marc Marquez. Namun, hingga kini ia belum mampu menjadi penantang utama gelar juara dunia di kelas MotoGP, sebuah tantangan yang diharapkan bisa terjawab saat ia bergabung dengan Ducati musim depan sebagai rekan satu tim Marquez.
Sementara itu, kekhawatiran atas situasi keamanan di Timur Tengah membuat Yamaha menarik seluruh pembalapnya dari seri Qatar, menambah tekanan psikologis bagi tim-tim yang tetap bertahan. Acosta, meski tak mengabaikan risiko, memilih pendekatan tenang—bukan karena kurang serius, tapi karena ia percaya kesiapan mental sama pentingnya dengan kecepatan mesin.















