Sumbawanews.com,- Tim ilmuwan China mengidentifikasi tiga eksoplanet yang bertahan hidup di zona yang seharusnya telah ditelan oleh bintang induknya yang telah memasuki fase raksasa merah. Penemuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, menantang model evolusi bintang dan planet yang selama ini diterima. Ketiga planet tersebut, 24 Boo b, HD 12648 b, dan TYC 4282-605-1 b, mengorbit bintang-bintang yang telah melewati fase raksasa merah dan kini membakar helium di intinya—kondisi yang seharusnya menghancurkan planet dengan orbit sedekat itu.
Eksoplanet 24 Boo b, yang mengorbit setiap 30 hari pada jarak hanya 18 persen dari jarak Bumi-Matahari, menjadi planet terdekat yang diketahui mengelilingi bintang raksasa gugus merah. Analisis menggunakan data satelit dan asteroseismologi menunjukkan bahwa ketiga bintang induk telah mengembang jauh lebih besar di masa lalu, sehingga planet-planet tersebut seharusnya sudah hilang. Namun, mereka tetap utuh hingga kini, menciptakan “paradoks kelangsungan hidup” yang belum bisa dijelaskan oleh teori saat ini.
Profesor Qian Shengbang, ketua tim peneliti dari Universitas Yunnan, menyatakan bahwa penemuan tiga planet sekaligus bukan kebetulan. “Jika hanya satu planet yang bertahan, kita bisa menganggapnya kejadian acak. Tapi tiga sekaligus menunjukkan ada mekanisme fisik mendasar yang sama,” ujarnya. Temuan ini tidak mengubah prediksi bahwa Matahari akan menelan Bumi dalam beberapa miliar tahun, tetapi membuka kemungkinan baru tentang bagaimana planet bisa bertahan di lingkungan ekstrem.
Penelitian ini dipublikasikan dengan judul “The Survival Paradox of Close-In Planet Orbiting Red Clump Giants.”















