Sumbawanews.com,- Pembalap Ducati Marc Marquez sengaja finis kedua dalam Sprint Race MotoGP Malaysia 2026 pada Sabtu, 31 Oktober, demi mengamankan posisi pimpinan klasemen pembalap tanpa mengambil risiko besar. Dengan hasil itu, Marquez mengumpulkan sembilan poin, sementara Pedro Acosta yang menang memperoleh 12 poin. Keputusan itu diambil Marquez setelah melihat cuaca yang mulai berubah di lintasan, terutama di sektor kedua yang mulai basah menjelang lima hingga enam lap terakhir. “Kalah? Bukan. Karena saat ini kami memimpin [di klasemen pembalap]. Tapi benar bahwa di hari seperti ini dan memperjuangkan tiga poin tambahan itu terlalu berisiko,” ujar Marquez, dikutip dari Crash.
Mengandalkan mentalitas strategis, Marquez memilih tidak memimpin balapan sejak awal saat hujan mulai mengancam, dan lebih memilih mengikuti di belakang Acosta. Ia menyadari bahwa kondisi lintasan di Malaysia bisa berubah drastis dari satu lap ke lap berikutnya, sehingga mempertahankan posisi aman jauh lebih bijak daripada mempertaruhkan seluruh poin demi kemenangan. Strategi itu berbuah manis: Marquez tetap memimpin klasemen dengan 374 poin, memperlebar jarak dari pesaing terdekatnya, Jorge Martin, yang absen total pada balapan utama Minggu, 1 November, akibat cedera retak tulang pergelangan tangan kanan. Martin kini tertahan di posisi kedua dengan 355 poin, meninggalkan selisih 19 angka yang semakin sulit dikejar menjelang akhir musim.















