Sumbawanews.com,- Di usia 20 tahun, Markús Páll Ellertsson menutup musim 2026 dengan catatan luar biasa bersama ÍA Akranes. Pemain berdarah Indonesia itu mencetak 16 gol dalam 30 penampilan, meraih tiga penghargaan individu, dan menjadi runner-up pencetak gol terbanyak Liga Islandia, sementara klubnya finis di posisi keempat klasemen dengan 38 poin.
Ellertsson, yang lahir pada 6 Februari 2006, mencetak 15 gol dari 27 pertandingan liga dan satu gol tambahan di Piala Islandia. Ia terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik Liga Islandia 2026 berdasarkan voting para pemain, sekaligus dinobatkan sebagai Pemain Terbaik ÍA Akranes dan Pemain Terbaik Pilihan Suporter oleh klub. Gol terakhirnya dicetak pada 24 Oktober 2026 saat ÍA Akranes bermain imbang 4-4 melawan Keflavík, mengukuhkan posisinya di urutan kedua daftar top scorer, di belakang Aron Sigurðarson dari KR Reykjavík.
Ketertarikan terhadap Ellertsson tak hanya datang dari dunia sepak bola Islandia. Di Indonesia, nama pemain ini mulai ramai dibicarakan setelah Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, menyebutnya masuk dalam radar Timnas Indonesia melalui unggahan Instagram pada hari yang sama, 24 Oktober 2026. Meski belum ada proses resmi dari PSSI, potensi naturalisasi Ellertsson kuat lantaran ibunya, Kristín Egilsdóttir, lahir di Jakarta sebelum diadopsi keluarga Islandia saat masih bayi. Ia juga memiliki hubungan darah dengan sang kakak, Mikael Egill Ellertsson, yang kini membela Genoa di Serie A dan sudah memperkuat Timnas Islandia senior.
Ellertsson sendiri pernah membela Timnas Islandia U-19 dengan empat penampilan. Dengan usia muda, performa impresif di kasta tertinggi Islandia, dan garis keturunan yang jelas, ia kini menjadi sosok menarik yang bisa dipertimbangkan untuk masa depan internasionalnya—baik bersama Islandia maupun Indonesia—tergantung keputusan FIFA dan proses administrasi yang akan diambil. Performanya juga membuka pintu bagi klub-klub Eropa besar untuk memantau perkembangannya.












