Sumbawanews.com,- Tiga orang tewas ketika menara batu ikonik di Cappadocia, Turki, runtuh akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kejadian terjadi sekitar pukul 15.15 waktu setempat di Kota Goreme, dekat museum terbuka, saat sejumlah pengunjung berada di dekat area parkir. Salah satu korban merupakan warga negara asing, sementara dua lainnya warga Turki. Saksi mata melaporkan mendengar suara keras sebelum batuan ambruk dan menimbulkan kepulan debu tebal.
Pemerintah setempat awalnya melaporkan dua korban tewas dan lima luka-luka, namun jumlah korban tewas bertambah menjadi tiga setelah tim penyelamat menemukan satu jenazah tambahan di antara reruntuhan. Gubernur Nevsehir Huseyin Kok mengonfirmasi bahwa seluruh operasi pencarian telah selesai dan tim ditarik setelah dipastikan tidak ada lagi korban yang terperangkap. Penyelidikan oleh kantor kepala jaksa bersama para ahli akan dimulai pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Cappadocia, yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1985, dikenal dengan formasi batuan berbentuk kerucut atau fairy chimneys yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik purba. Insiden runtuhnya batuan bukan yang pertama terjadi di kawasan ini—pada 2024, peristiwa serupa pernah tercatat tanpa korban jiwa. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki telah menjalankan program restorasi untuk melindungi formasi batuan dari erosi alami, perubahan iklim, dan dampak aktivitas wisata berlebihan.
Kawasan tersebut ditutup sementara setelah kejadian. Sebanyak 4,5 juta wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi Cappadocia sepanjang 2025, menjadikannya salah satu destinasi paling populer di Turki.















