Sumbawanews.com,- Gaza — Serangan udara Israel menghantam lokasi kerja Kementerian Ekonomi Gaza di wilayah Al-Mawasi, sebelah barat Rafah, pada Rabu (28/10/2026), menewaskan empat pegawai sipil dan melukai 30 orang lainnya. Para korban tewas adalah Hammam Jabr Abu Labda, Mahmoud Subhi Abu Naama, Mohammed Hamad al-Sultan, dan Wissam Ezzat Adwan, yang sedang menjalankan tugas pemeriksaan barang masuk ke Jalur Gaza. Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam serangan itu sebagai bagian dari upaya sistematis melemahkan institusi pemerintah dan mendorong kekacauan di wilayah tersebut.
Serangan tersebut terjadi ketika para pegawai dan perwakilan pedagang tengah memeriksa kelayakan barang untuk mencegah penyelundupan narkotika dan material ilegal, dalam upaya menjaga distribusi kebutuhan pokok di tengah krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Enam dari 30 korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis. Jumlah korban tewas awalnya dilaporkan tiga orang, namun kemudian bertambah menjadi empat.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan, sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel telah melakukan pelanggaran yang menewaskan 1.568 warga Palestina dan melukai 5.648 orang lainnya. Serangan di Al-Mawasi ini menjadi salah satu dari banyak serangan yang masih terjadi di Gaza selatan dan tengah, termasuk di Khan Yunis dan kamp pengungsi Nuseirat.
Sejak konflik meletus pada Oktober 2023, lebih dari 74 ribu warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 175 ribu lainnya terluka, dengan infrastruktur sipil hancur luas. Pemerintah Gaza mendesak para mediator dan negara penjamin gencatan senjata untuk segera bertindak menghentikan serangan, serta meminta Komite Nasional untuk Administrasi Gaza melindungi pegawai pemerintah agar layanan publik tetap berjalan.
Hingga laporan ini disusun, militer Israel belum memberikan keterangan resmi terkait serangan di lokasi kerja Kementerian Ekonomi tersebut.














