Sumbawanews.com,- Michael Carrick berada di ambang pengakhiran masa jabatannya sebagai pelatih interim Manchester United setelah timnya kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu, 25 Oktober 2026, dalam lanjutan pekan kedelapan Liga Inggris 2026-2027. Dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi, United tak pernah menang—kalah lima kali dan seri tiga kali—membuat mereka terpuruk di posisi ke-16 klasemen dengan hanya tujuh poin, selisih satu angka dari zona degradasi. Gary Neville, legenda sekaligus analis Sky Sports, secara tegas menyatakan bahwa pemecatan Carrick kemungkinan besar tak terhindarkan. “Akan sangat sulit bagi Michael Carrick untuk terus menjadi manajer Manchester United ke depannya. Mereka kemungkinan besar akan memecatnya,” ujarnya usai laga. Meski membawa United lolos ke Liga Champions musim lalu setelah menggantikan Ruben Amorim, kinerja tim di musim ini dinilai Neville sebagai kegagalan sistemik. “Klub seharusnya mencari manajer terbaik, bukan memberi jabatan ini kepada Carrick—saya sudah menduga hal seperti ini bisa terjadi.” Tepuk tangan panjang Carrick kepada suporter usai peluit akhir pun dianggap sebagai simbol perpisahan, sementara teriakan nama Carrick dari tribun setelah gol ketiga Bournemouth mencerminkan kekecewaan mendalam. Neville menegaskan, meski Carrick populer di mata fans, ia kini tak lagi didukung oleh pemilik klub, manajemen, maupun para pemain. “Mereka telah sangat mengecewakan klub,” katanya. Menurutnya, keputusan pemecatan yang mungkin diambil esok hari akan mengecewakan suporter, tapi menjadi langkah yang hampir pasti diperlukan.















