Sumbawanews.com,- Bek muda berusia 20 tahun, Reno Muenz, yang lahir di Jakarta pada 2 Oktober 2005, menjadi calon potensial untuk memperkuat Timnas Indonesia berkat darah keturunan Indonesia dan pengalaman bermain di liga Eropa. Pemain yang kini membela KVC Westerlo di Belgia itu resmi bergabung pada 1 Juli 2026 setelah meninggalkan SpVgg Greuther Fürth di Jerman, dengan kontrak empat musim. Klub asal Belgia itu secara eksplisit menyatakan bahwa Reno berhak membela Timnas Indonesia karena akar keturunannya, menyoroti kemampuan teknis, fleksibilitas posisi, dan etos kerjanya yang tinggi. Sebelumnya, Reno berkembang di akademi SC Fortuna Köln dan Bayer Leverkusen, serta mencatat lebih dari 100 penampilan di berbagai level kompetisi Jerman, termasuk 48 laga di Bundesliga 2.
Reno, yang memiliki tinggi badan 1,88 meter, mampu bermain sebagai bek tengah, bek kiri, hingga gelandang bertahan, menjadikannya opsi strategis bagi lini pertahanan Garuda. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari PSSI atau tim pelatih Timnas Indonesia mengenai pemanggilan atau keputusan Reno untuk membela tim nasional. Status kewarganegaraan dan regulasi FIFA terkait kelayakan pemain diaspora masih menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum ia bisa tampil di bendera Merah-Putih. Jika semua prosedur terpenuhi, kehadirannya diprediksi akan memperkuat kedalaman pertahanan Timnas Indonesia yang tengah membangun generasi muda berpengalaman Eropa.
Sementara itu, perhatian media Asia juga tertuju pada Elkan Baggott, pahlawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024, yang baru-baru ini hanya menjadi cadangan di Millwall selama tiga laga berturut-turut. Kondisi ini memicu spekulasi di kalangan penggemar sepak bola Asia, terutama karena Baggott sebelumnya menjadi sosok kunci dalam kesuksesan timnas di ajang regional. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari klub maupun federasi mengenai alasan penurunan perannya di lapangan.















