Sumbawanews.com,- Rockstar Games membantah rumor bahwa biaya pengembangan Grand Theft Auto VI mencapai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp27,16 triliun. Meski demikian, perusahaan tidak mengungkapkan angka pasti pengeluaran untuk proyek paling dinantikan dalam sejarah game ini. Pernyataan ini disampaikan oleh Jennifer Kolbe, kepala penerbitan Rockstar, dalam wawancara dengan GamesRadar pada 26 Oktober 2026. Rumor anggaran sebesar itu awalnya berasal dari perkiraan analis industri Michael Pachter pada 2025, namun belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh Rockstar maupun induk perusahaannya, Take-Two Interactive.
Pengembangan GTA 6 telah berlangsung sejak pertengahan 2010-an, dengan konsep awal bernama Project Americas yang direncanakan mengambil latar di Amerika Utara dan Selatan. Tim Rockstar North, termasuk kepala studio Rob Nelson, mengonfirmasi bahwa pekerjaan konsep dimulai pada 2015, namun fokus kemudian dialihkan ke Red Dead Redemption 2 sebelum kembali ke proyek GTA 6. Sejak itu, pengembangan berlanjut secara intensif tanpa pernah mengungkap rincian biaya.
Meski kepala studio Aaron Garbut menegaskan bahwa GTA 6 tidak mengorbankan detail atau skala dunia permainan, pernyataan itu tidak menyentuh besaran anggaran. Tanpa pengumuman resmi dari Rockstar atau Take-Two, total biaya produksi game yang dijadwalkan rilis pada November 2026 tetap menjadi teka-teki. Publik memang menantikan peluncuran GTA 6 sebagai salah satu event terbesar dalam industri game, namun antusiasme itu tidak bisa dijadikan ukuran akurat atas biaya yang dikeluarkan.















