Home Berita Internasional F-16 Ukraina Andalkan Meriam 20 mm Hadapi Lonjakan Drone Rusia

F-16 Ukraina Andalkan Meriam 20 mm Hadapi Lonjakan Drone Rusia

Sumbawanews.com,- Ukraina semakin mengandalkan meriam internal pesawat tempur F-16 Fighting Falcon untuk menghadapi serangan drone bermesin jet Rusia yang melonjak dari 450 menjadi 2.850 unit dalam dua bulan. Untuk mendukung operasi pertahanan udara, Denmark mempercepat pengiriman lebih dari 50 ribu butir amunisi kaliber 20 mm, yang telah diterima dan digunakan secara aktif oleh Angkatan Udara Ukraina dalam misi pencegatan. Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi pengiriman ini pada 22 Oktober 2026, menekankan bahwa meriam M61 Vulcan menjadi solusi paling efektif untuk menghancurkan drone Shahed tanpa menghabiskan rudal udara-ke-udara yang mahal dan terbatas persediannya. Pilot Ukraina kini mengandalkan tembakan beruntun meriam ini untuk mendekati dan menghancurkan drone berkecepatan tinggi, meski taktik tersebut membawa risiko terkena serpihan.

Meriam M61A1 Vulcan yang dipasang pada F-16 memiliki enam laras berputar dan mampu menembak hingga 6.000 butir per menit, dengan kapasitas amunisi sekitar 511 butir per penerbangan. Meski kecepatan tembaknya sangat tinggi, penggunaannya terbatas oleh jumlah peluru yang dibawa, sehingga pilot harus menembak secara terukur dan tepat waktu. Amunisi kaliber 20 x 102 mm yang digunakan dirancang untuk menargetkan sasaran udara, menjadikannya pilihan strategis menghadapi drone Rusia yang semakin banyak dan cepat. Penggunaan meriam ini dianggap lebih hemat biaya dibandingkan rudal AIM-9 Sidewinder atau AIM-120 AMRAAM, terutama dalam serangan berulang yang dilancarkan Rusia.

Menurut laporan Bloomberg pada 30 September 2026, kebutuhan harian Ukraina terhadap amunisi 20 mm diperkirakan bisa mencapai 10 ribu butir, dengan satu pencegatan drone membutuhkan sekitar 150 peluru. Namun, angka-angka ini bersifat estimasi operasional dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak militer Ukraina. Kementerian Pertahanan Ukraina belum merilis data pasti tentang jumlah drone yang dihancurkan dengan amunisi kiriman Denmark, maupun rincian jumlah total amunisi yang telah diterima selain angka 50 ribu butir. Pengiriman dari Denmark tetap menjadi langkah krusial dalam mempertahankan kemampuan udara Ukraina di tengah intensifikasi serangan drone Rusia.

Previous articleKenya Sapu Bersih Podium Half Marathon JRF 2026 di Istora Senayan
Next articleDua Pemimpin KKB Tewas dalam Baku Tembak dengan TNI di Nduga, Papua