Sumbawanews.com,- Gadi Eisenkot, pemimpin oposisi Israel, tegas menolak bergabung dalam pemerintahan yang dipimpin Benjamin Netanyahu, bahkan jika harus berbagi kekuasaan melalui skema rotasi. Ia berjanji akan mengundurkan diri dalam waktu satu jam jika dipaksa menjadi bawahan Netanyahu. Pernyataan itu disampaikan Eisenkot dalam wawancara dengan stasiun radio lokal 103 FM, menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober 2026. Kedua belah pihak diperkirakan gagal meraih mayoritas 61 kursi di Knesset, sehingga terbuka kemungkinan pembentukan pemerintahan persatuan—tapi Eisenkot menutup rapat pintu kerja sama dengan Netanyahu. Pemilu ini berlangsung di tengah tekanan politik akibat kasus korupsi yang menjerat Netanyahu dan tekanan internasional terkait konflik di Gaza, sementara Eisenkot, mantan kepala staf militer, juga menolak menetapkan Qatar sebagai negara musuh, menegaskan bahwa kebijakan luar negeri akan dibahas secara serius.















