Home Berita Internasional Turki Tawarkan Solusi Murah Hancurkan Drone dengan Meriam Pintar

Turki Tawarkan Solusi Murah Hancurkan Drone dengan Meriam Pintar

Sumbawanews.com,- Industri pertahanan Turki menghadirkan alternatif ekonomis untuk menghadapi serangan drone murah yang memaksa negara menghabiskan miliaran dolar untuk rudal pencegat. Perusahaan Aselsan mengembangkan sistem Korkut 150/35, senjata pertahanan udara jarak sangat pendek yang mengandalkan meriam otomatis kaliber 35 milimeter dan amunisi pintar airburst, dengan biaya per serangan diperkirakan di bawah 10.000 dolar AS. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan pesawat nirawak kamikaze, termasuk tipe Shahed asal Iran, tanpa perlu menembakkan rudal berharga ratusan ribu hingga jutaan dolar per unit.

Korkut menggunakan amunisi ATOM 35 ABM yang diprogram meledak di udara, menyebarkan pecahan proyektil untuk menargetkan drone kecil tanpa memerlukan dampak langsung. Dengan laju tembak hingga 1.100 butir per menit dan jangkauan efektif empat kilometer, sistem ini dilengkapi radar pengendali tembakan dan sensor elektro-optik untuk pelacakan otomatis. Satu kelompok operasional terdiri dari tiga kendaraan bersenjata dan satu kendaraan komando dengan radar pencarian 3D. Harga per butir amunisi diperkirakan sekitar 1.000 dolar AS, meski jumlah peluru yang dibutuhkan untuk menghancurkan satu drone bervariasi tergantung kondisi medan, kecepatan sasaran, dan jarak tembak.

Sistem ini telah digunakan oleh Ukraina dalam perang melawan serangan drone Rusia, meskipun jumlah pasti yang diterima tidak diungkapkan. Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi operasionalitas Korkut, sementara pejabat militer setempat menyatakan hasilnya positif, meski masih memerlukan penyesuaian teknis. Kemungkinan pembelian tambahan terbuka jika harga tetap sesuai kebutuhan. Aselsan mengklaim Korkut telah menghancurkan ratusan drone di berbagai konflik, namun tidak menyediakan data verifikasi independen atau rincian spesifik.

Meski dirancang untuk menghadapi drone berkecepatan rendah dan rudal jelajah subsonik (700–900 km/jam), belum ada catatan publik yang membuktikan Korkut mampu menembak jatuh drone bermesin jet generasi baru yang kini digunakan Rusia. Analis pertahanan Atınç Özkan menilai secara teknis sistem ini memiliki potensi, tetapi keberhasilan operasional di medan perang tetap harus dibuktikan secara nyata.

Previous articleAjax Raih Kemenangan Perdana di Liga Conference, Tolu Arokodare dan Ouazane Cetak Gol
Next articleDPR Pertimbangkan Perluasan Anggota KPU dan Bawaslu Jadi 9 Orang