Sumbawanews.com,- PSM Makassar mematangkan persiapan menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Kamis (22/10), di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan. Pelatih Darije Kalezic menyatakan timnya berkembang pesat setelah meraih kemenangan perdana pekan lalu atas PSIS, dengan koordinasi dan pembagian tugas yang jauh lebih baik. Ia menekankan bahwa semua aspek persiapan telah dioptimalkan mengingat Persebaya sebagai lawan tangguh yang berbahaya dalam situasi bola mati. PSM juga harus kehilangan bek Dusan Lagator akibat kartu merah, yang dinilai Kalezic sebagai keputusan yang tidak sepadan dengan kesalahan yang terjadi.
Kalezic mengungkapkan bahwa dari enam gol yang dicetak Persebaya dalam lima laga terakhir, dua di antaranya berasal dari situasi bola mati, termasuk satu gol dari sepak pojok saat menghadapi PSS di laga terakhir. Untuk itu, timnya telah melakukan simulasi khusus dan menginstruksikan para pemain untuk menghindari pelanggaran di area berbahaya, terutama yang bisa memicu tendangan bebas atau sepak pojok bagi lawan. “Kami sudah membicarakan hal ini secara mendalam dengan para pemain dan berlatih untuk mengantisipasi kekuatan mereka,” ujar Kalezic.
Meski kehilangan Dusan Lagator, yang dianggapnya sedang berada di puncak performa dan konsisten memberi kontribusi, Kalezic menyayangkan keputusan wasit yang memberikan kartu merah. Ia menilai kontak yang terjadi tidak layak mendapat hukuman seberat itu. “Sangat disayangkan kami harus kehilangan Dusan untuk pertandingan besok karena kesalahan seperti itu,” tuturnya.
PSM berharap bisa memanfaatkan momentum kemenangan sebelumnya untuk meraih hasil positif melawan tim yang dikenal agresif dan efektif dalam eksploitasi set piece. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Juku Eja dalam mempertahankan tren positif di tengah tantangan kehilangan pemain kunci.















