Sumbawanews.com,- Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, akan menghadapi PSM Makassar dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10), dalam pertandingan yang penuh makna emosional. Tavares, yang sebelumnya menangani PSM selama empat tahun, mengaku tetap menghargai masa kebersamaannya dengan tim berjuluk Juku Eja itu. “Besok kita akan menghadapi mereka dengan baju yang berbeda. Saya menghargai empat tahun yang sudah terjadi di sini. Besok akan sebagai lawan, tetapi setelah pertandingan, kita tetap bersaudara,” ujarnya dalam sesi prematch, Rabu (21/10).
Tavares menyadari PSM datang dengan modal positif setelah menang dalam laga sebelumnya, sementara Persebaya baru saja bermain imbang 0-0 melawan PSS Sleman di kandang sendiri. Selain itu, PSM memiliki keunggulan dua hari masa pemulihan dibandingkan Persebaya yang baru saja selesai memulihkan kondisi fisik pemain. “PSM datang dengan modal yang bagus, menang, sementara Persebaya datang dengan modal satu poin di kandang menghadapi PSS. PSM unggul dua hari recovery, sementara Persebaya baru saja bisa melakukan pemulihan. Besok akan menjadi pertandingan yang sulit,” katanya.
Ia mengakui kekuatan PSM terletak pada serangan ofensif, transisi cepat, dan efektivitas dalam situasi bola mati. Namun, Tavares juga menekankan bahwa Persebaya tidak kalah berbahaya — timnya mampu menciptakan 15 hingga 17 peluang tembakan dalam laga melawan PSS, meski belum mampu mengubahnya menjadi gol. “Persebaya bermain bagus, kuat secara ofensif, offensive transition, set-piece, dan hal-hal lainnya. Saya pikir besok akan menjadi pertandingan yang sangat seru untuk kedua tim,” ujarnya.
Meski hasil imbang melawan PSS membuat posisi Persebaya kurang menguntungkan dibanding PSM, Tavares tetap yakin timnya mampu meraih hasil maksimal. “Jadi bagaimanapun yang penting besok yang penting adalah hasil. Jadi, kita lihat besok,” pungkasnya.















