Home Berita Olah Raga Eropa Bersimpati, Klub Kalimantan Masih Sunyi

Eropa Bersimpati, Klub Kalimantan Masih Sunyi

Sumbawanews.com,- Atletico Madrid, Borussia Dortmund, Sassuolo, dan Lille OSC menyampaikan dukungan melalui media sosial bagi masyarakat Indonesia yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Pesan solidaritas itu muncul di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, dengan tim gabungan telah memadamkan 454,25 hektare lahan hingga 19 Oktober 2026, menurut data BNPB. Atletico Madrid mendoakan masyarakat dan petugas di lapangan, sementara Dortmund menekankan bahwa alam adalah rumah bersama yang harus dilindungi. Sassuolo, klub yang diperkuat bek Timnas Indonesia Jay Idzes, menyatakan empati dan harapan agar api segera padam. Lille OSC pun menyatakan berdiri bersama Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Respons hangat dari warganet Indonesia mengapresiasi kepedulian klub-klub Eropa itu, namun muncul pertanyaan tajam: mengapa klub-klub lokal dari daerah terdampak, seperti Borneo FC dan Isen Mulang Kalteng FC, belum bersuara? Borneo FC yang bermarkas di Samarinda, Kalimantan Timur, dan Isen Mulang Kalteng FC yang mewakili Kalimantan Tengah—dua provinsi paling terdampak karhutla—belum mengunggah pernyataan resmi, kampanye, atau simbol dukungan apa pun di kanal media sosial mereka. Keheningan ini memicu diskusi publik tentang tanggung jawab sosial klub sepak bola lokal di tengah bencana lingkungan yang mengancam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, upaya pemadaman terus berjalan. BNPB mencatat, 570,08 hektare lahan masih dalam proses pendinginan. Sumatera Selatan mencatat progres terbaik dengan 293,17 hektare padam dari target 401,67 hektare. Di Kalimantan Tengah, baru 63,10 hektare yang berhasil dipadamkan dari target 452,49 hektare. Di Kalimantan Selatan, 50,95 hektare dari 58,45 hektare telah terkendali, sementara di Kalimantan Barat dan Riau, seluruh titik api yang menjadi target penanganan—masing-masing 11,73 hektare dan 3,30 hektare—telah padam. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus bergerak, sambil menunggu datangnya musim hujan yang diprediksi BMKG mulai mengguyur sebagian Sumatera dan Kalimantan pada Oktober hingga November, dengan Kalimantan Selatan menyusul pada November hingga Desember.

Previous articleIndonesia, Qatar, Pakistan, dan Turki Resmi Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat MoU Badr
Next articleMadura United Bertekad Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan di Kandang Hadapi Persib