Sumbawanews.com,- Pada Selasa, 20 Oktober 2026, asap akibat kebakaran hutan dan lahan sempat terdeteksi melintasi langit Jakarta, menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani. Asap tersebut terpantau selama sekitar lima hingga enam jam, namun tidak dirasakan oleh masyarakat di permukaan karena berada di ketinggian lebih dari empat kilometer. Faisal menjelaskan bahwa asap itu berasal dari luar wilayah Jabodetabek dan kemudian menjauh dari daerah Jakarta, Banten, serta Jawa Barat setelah periode tersebut. Meski tidak menimbulkan dampak langsung di permukaan, kejadian ini menandakan pergerakan polutan dari sumber karhutla yang masih aktif di wilayah lain.















