Sumbawanews.com,- Jurulatih Arema FC, Marcos Santos, merespons tuntutan suporter yang meminta perubahan strategi dengan sikap tenang, meski timnya hanya mengoleksi satu kemenangan dari lima laga awal Liga 1 musim ini. Dalam catatan, Singo Edan meraih tiga hasil imbang dan satu kekalahan, termasuk kekalahan 1-3 dari Garudayaksa FC pada Sabtu (17/10) lalu. Kritik terutama menyasar kelemahan transisi bertahan setelah serangan, yang sering dimanfaatkan lawan lewat serangan balik cepat, terutama saat andalan lini depan seperti Matheus Blade, Gabriel Silva, Marcos Vinicius, Arkhan Fikri, dan Careca berada di ujung lapangan.
Menjelang laga kontra Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu (21/10), Santos mengakui bahwa tim tuan rumah memiliki sistem transisi dan tekanan balik yang sangat agresif, didukung skuad yang matang secara taktis. Namun, ia menegaskan bahwa timnya telah menjalani evaluasi menyeluruh dan mempersiapkan solusi spesifik untuk menutup celah-celah itu. “Kami sangat menghormati suara Aremania. Arema adalah tim besar dengan beban sejarah, dan kami bertanggung jawab penuh untuk terus memperbaiki performa,” ujar Santos dalam jumpa pers Selasa (20/10). Ia yakin, jika pemain mampu menjalankan taktik yang telah dilatih, Arema punya peluang besar untuk memberikan perlawanan maksimal di laga penting ini.















