Sumbawanews.com,- Paris Saint-Germain dan Barcelona bertemu pada matchday ketiga Liga Champions 2026-27, Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 02.00 WIB, di Parc des Princes. Kedua tim sama-sama unggul dua kemenangan dari dua laga awal, dan saling mengejar konsistensi di kancah Eropa. Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa—melainkan lanjutan dari sejarah persaingan yang seimbang, dengan 16 pertemuan sebelumnya menghasilkan enam kemenangan masing-masing dan empat kali imbang, serta 29 gol untuk kedua tim.
Rekor pertemuan antara PSG dan Barcelona di kompetisi UEFA benar-benar seimbang, baik dari sisi kemenangan maupun produktivitas gol. Dalam lima pertemuan terakhir, PSG memenangkan tiga laga, termasuk kemenangan 2-1 di Camp Nou pada matchday kedua musim lalu, lewat gol Senny Mayulu dan Goncalo Ramos. Namun, Barcelona tidak kalah tangguh di markas lawan: mereka menang dua dari empat kunjungan terakhir ke Parc des Princes, termasuk kemenangan 3-2 pada leg pertama perempat final 2023-2024, di mana Raphinha mencetak dua gol. PSG membalas dengan kemenangan 4-1 di Camp Nou pada leg kedua, dengan gol dari Ousmane Dembele dan Vitinha.
PSG kini sedang menjalani tren luar biasa di Liga Champions: 12 laga tanpa kekalahan—delapan menang dan empat imbang—sejak kalah 1-2 dari Sporting CP pada Januari 2026. Kemenangan 4-2 atas Manchester City pada matchday kedua musim ini memperpanjang rekor itu, dan kini hanya selang satu pertandingan dari catatan klub terbaik mereka: 13 laga beruntun tanpa kekalahan di kompetisi ini.
Barcelona, meski mengalami penurunan performa di liga domestik, tetap menjadi ancaman besar di Eropa, terutama karena kemampuan mereka mencetak gol di kandang lawan. Raphinha, yang menjadi bintang di pertemuan sebelumnya, kembali menjadi kunci serangan. Sementara itu, PSG mengandalkan konsistensi tim dan kekuatan lini tengah yang diperkuat oleh Vitinha dan gelandang lainnya yang terus menunjukkan peran vital.
Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga soal harga diri dua raksasa yang saling mengenal setiap gerakannya. Keduanya datang dengan modal percaya diri, dan siap memperpanjang sejarah pertemuan yang telah menjadi legenda di Liga Champions.















