Sumbawanews.com,- PSSI resmi membuka Liga Putri Indonesia (IWL) 2026-2027 pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Stadion Madya, Jakarta, dengan Ketua Umum Erick Thohir menantang publik untuk membuktikan komitmen terhadap sepak bola wanita lewat kehadiran langsung di tribun. Erick menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan pada penyelenggaraan, melainkan pada dukungan nyata dari masyarakat yang selama ini hanya berteriak tanpa bertindak. Ia menekankan, PSSI telah berkomitmen menjalankan kompetisi ini selama lima tahun ke depan hingga 2031, setelah tujuh tahun vakum, dan mengharapkan setiap klub membangun basis suporter yang kuat.
Erick menyampaikan tantangan itu secara terbuka saat pembukaan liga, mengajak mereka yang sering bertanya “Mana liganya?” untuk datang dan menyaksikan langsung pertandingan. “Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Mari datang dan buktikan kontribusi kita bukan hanya lewat perkataan, tetapi juga melalui kehadiran,” ujarnya kepada awak media, Senin (19/10/2026). Antusiasme di pekan pertama dinilai positif, meski PSSI masih berupaya memastikan klub-klub peserta—Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City—dapat bertahan tanpa terganggu oleh masalah administratif atau finansial yang pernah menghambat kompetisi sebelumnya.
Kompetisi yang berlangsung hingga 30 Januari 2027 ini mencakup fase reguler, semifinal, perebutan tempat ketiga, hingga final. PSSI menekankan bahwa keberlanjutan liga bukan sekadar soal jadwal, tapi fondasi jangka panjang untuk pengembangan sepak bola wanita di Indonesia. Erick juga mengingatkan bahwa dukungan suporter harus diimbangi dengan tanggung jawab, dengan ancaman sanksi bagi klub yang gagal menjaga ketertiban, termasuk potensi pengurangan poin atau larangan suporter tandang jika insiden kekerasan kembali terjadi.
Dengan komitmen lima tahun dan enam klub yang siap bertarung, Liga Putri Indonesia 2026-2027 bukan sekadar kembalinya kompetisi, tapi ujian nyata bagi keseriusan bangsa dalam membangun sepak bola wanita yang berkelanjutan.















