Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal merekrut empat pemain keturunan Eropa—Dean Zandbergen, Mauresmo Hinoke, Jairo Riedewald, dan Mitchel Bakker—karena tidak memenuhi persyaratan FIFA terkait jalur keturunan. Semua pemain tersebut memiliki akar keluarga Indonesia, tetapi garis keturunan mereka berada pada generasi keempat atau lebih jauh, yang tidak memenuhi aturan FIFA yang mensyaratkan orang tua atau kakek-nenek kandung lahir di Indonesia. Penolakan ini terungkap melalui konfirmasi resmi pelatih John Herdman, manajemen PSSI, dan pejabat terkait pada 2025–2026.
Dean Zandbergen, penyerang asal Belanda yang bermain untuk Dinamo Bucuresti, menjadi yang terbaru ditolak setelah penelusuran mendalam mengungkap bahwa hubungan keluarganya dengan Indonesia berasal dari buyutnya, bukan kakek atau nenek. Hal serupa terjadi pada Mauresmo Hinoke, yang pernah membela Timnas Indonesia U-20 di turnamen Maurice Revello 2024. Meski sempat diproyeksikan sebagai masa depan Garuda, garis keturunannya juga berada di generasi keempat, sehingga tidak memenuhi kriteria FIFA. Jairo Riedewald, mantan pemain Ajax dan Crystal Palace yang pernah tiga kali membela Timnas Belanda senior pada 2015, menghadapi hambatan administratif: PSSI menyatakan dokumen pendukung belum lengkap untuk diajukan ke FIFA, sehingga proses naturalisasi dihentikan demi menghindari penolakan resmi. Mitchel Bakker, bek berpengalaman di PSG, Bayer Leverkusen, dan Atalanta, juga terhambat karena informasi awal menunjukkan garis keturunannya berasal dari buyutnya, bukan generasi ketiga, sehingga PSSI memutuskan tidak melanjutkan proses.
Meski gagal lewat jalur keturunan, Hinoke masih memiliki peluang untuk membela Timnas Indonesia melalui jalur domisili, asalkan memenuhi syarat kewarganegaraan dan tinggal di Indonesia selama periode yang ditentukan FIFA. Sementara itu, Riedewald dan Bakker tetap bisa kembali dipertimbangkan jika dokumen atau silsilah keluarga mereka dapat diverifikasi ulang dan memenuhi standar baru. FIFA, dalam dokumen September 2026, menegaskan bahwa hanya pemain dengan hubungan langsung ke orang tua atau kakek-nenek kandung yang lahir di Indonesia yang memenuhi syarat melalui jalur keturunan. Proses ini menunjukkan bahwa meski minat merekrut pemain berdarah Indonesia dari Eropa tinggi, aturan FIFA tetap menjadi batas tak terbantahkan.















