Home Berita Internasional China Tanggapi Komentar Eks Jubir Trump soal Toilet dengan Undangan Resmi

China Tanggapi Komentar Eks Jubir Trump soal Toilet dengan Undangan Resmi

Sumbawanews.com,- Pemerintah China merespons komentar kontroversial mantan sekretaris pers Gedung Putih Katie Zacharia yang meremehkan fasilitas toilet di negara itu dengan mengundangnya untuk kembali mengunjungi China. Tanggapan ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Zacharia, dalam wawancara dengan komentator konservatif Amerika Jack Posobiec pada Kamis, 15 Oktober 2026, menyatakan bahwa pengalamannya di China pada masa menjelang pemilu AS 2016 membuatnya meragukan potensi negara itu sebagai kekuatan global, karena “mereka bahkan tidak memiliki toilet yang layak.” Pernyataan itu memicu kritik luas atas penggunaan infrastruktur sanitasi sebagai tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Mao Ning menanggapi dengan nada sindiran, menyatakan pihaknya “menyambutnya untuk lebih sering datang dan melihat China apabila memiliki kesempatan,” tanpa membantah secara langsung, tetapi menawarkan kesempatan untuk melihat perkembangan nyata.

Komentar Zacharia menjadi sorotan karena ia pernah tinggal dan bekerja di Beijing antara 2011 dan 2013 sebagai associate di Zhong Lun Law Firm, salah satu firma hukum terkemuka di China. Ia juga pernah mengikuti ujian pengacara di California setelah lulus dari Pepperdine University pada 2011, tetapi tidak lulus. Meski demikian, tidak ada klarifikasi resmi mengenai cakupan tugas profesionalnya di China, dan kegagalan memperoleh lisensi di AS tidak otomatis menggugurkan sahnya pengalaman kerjanya di sana.

China memang pernah menghadapi krisis sanitasi publik, terutama di daerah pedesaan dan destinasi wisata, yang diakui pemerintah dalam laporan Xinhua pada November 2017. Presiden Xi Jinping kemudian meluncurkan program “revolusi toilet” untuk memperbaiki fasilitas umum secara masif, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan citra nasional. Transformasi infrastruktur selama dua dekade terakhir telah mengubah wajah kota-kota besar China, meski kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan masih ada.

Pernyataan Zacharia, yang muncul di tengah upaya pemerintahan Trump membangun komunikasi dengan Beijing, kini menjadi simbol ketidakpahaman terhadap realitas pembangunan yang telah berubah jauh dari pengalaman pribadinya lebih dari satu dekade lalu.

Previous articleFajar/Fikri Bertemu Pasangan China di Semifinal Denmark Open 2026
Next articleWilayah Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Berpeluang Diguyur Hujan Deras Awal November