Sumbawanews.com,- Kampus-kampus di Azerbaijan, khususnya di Baku, menjadi tempat aktivitas intens para pejabat dan delegasi dari Israel, meski pemerintah setempat melarang perempuan Muslim memakai jilbab di sekolah dan kampus. Sejak 1993, Universitas Negeri Baku telah membuka fakultas bahasa dan sastra Yiddish, diikuti pendirian Masyarakat Persahabatan Pemuda Azerbaijan-Israel pada 2004. Pada 2007, peringatan 15 tahun hubungan Azerbaijan-Israel digelar di kampus yang sama. Pada 2014, Azerbaijan University of Languages dan University of Haifa menandatangani nota kesepahaman yang mencakup pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan pemberian beasiswa. Terbaru, pada September 2026, delegasi Bar-Ilan University asal Israel, dipimpin Wakil Presiden Zeev Zalevsky, mengunjungi Azerbaijan Technical University untuk memperkuat kerja sama program gelar ganda dan riset ilmiah. Sumber lokal mengatakan, kerja sama ini bagian dari upaya sistematis mengikis nuansa Islam di negara berpenduduk 90 persen Muslim itu. Presiden Ilham Aliyev, yang sebelumnya memandang Turki sebagai saudara, kini dianggap semakin dekat dengan Israel, meski kebijakan larangan jilbab memicu protes di dalam dan luar negeri.















