Sumbawanews.com,- Real Madrid meraih kemenangan dramatis 4-3 atas AS Roma di Stadio Olimpico, Kamis (15/10/2026) malam WIB, dalam matchday kedua Liga Champions 2026/2027. Dalam kondisi tertinggal 1-3, tim tamu membalikkan keadaan dalam 10 menit terakhir waktu normal, berkat kontribusi penyerang muda Brasil, Endrick, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-59. Gol Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rüdiger memastikan kemenangan Los Blancos, setelah sebelumnya Donyell Malen mencetak dua gol untuk Roma dan Marten de Roon membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-20, diikuti gol Kylian Mbappé pada menit ke-25.
Endrick, yang baru masuk menggantikan pemain sebelumnya, langsung menjadi pengubah jalannya pertandingan. Ia memberikan assist untuk gol penyama kedudukan yang dicetak Carlos Espi pada menit ke-62, lalu mencetak gol penentu kedudukan 3-3 pada menit ke-67. Kinerjanya yang dinamis dan keputusan tepat di depan gawang membuatnya terpilih sebagai Man of the Match. Ia menjadi sosok kunci dalam kebangkitan Madrid yang sempat terlihat terjepit.
Setelah pertandingan, Endrick mengaku masih terbawa emosi. Ia menceritakan bahwa dirinya berdoa saat duduk di bangku cadangan, tak menyangka akan segera dipanggil pelatih Nuno Espírito Santo. “Saya berada di bangku cadangan sambil berbicara kepada Tuhan. Ketika melihat ke samping, Nuno memanggil saya. Saya masuk dan terus berbicara kepada Tuhan karena awalnya saya mengira tidak akan dimainkan secepat itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa yang paling ia cari bukanlah menit bermain, melainkan kesempatan untuk membantu tim meraih kemenangan. “Saya masuk ke lapangan dan bisa melakukan hal yang paling saya sukai, yaitu bermain sepak bola. Di sinilah saya ingin berada, di lapangan, bermain dan membantu tim. Saya merasa bisa membantu semua orang, bukan hanya tim, tetapi juga pelatih. Hal terpenting adalah Real Madrid menang.”
Kemenangan ini memperkuat posisi Real Madrid di puncak grup, sementara AS Roma terus berjuang untuk mengejar poin. Dengan performa mengejutkan dari pemain muda, Madrid menunjukkan kedalaman skuad yang mampu mengubah takdir pertandingan dalam hitungan menit.















