Home Berita Olah Raga Juventus Bertahan Lawan Ronaldo di Mahkamah Agung, Sengketa Rp168 Miliar Belum Usai

Juventus Bertahan Lawan Ronaldo di Mahkamah Agung, Sengketa Rp168 Miliar Belum Usai

Sumbawanews.com,- Juventus resmi mengajukan banding ke Mahkamah Agung Italia untuk membatalkan kewajiban membayar sisa gaji senilai 9,8 juta euro (sekitar Rp168 miliar) kepada Cristiano Ronaldo, menyusul dua kekalahan hukum berturut-turut di pengadilan Turin. Konflik ini berakar dari kesepakatan penundaan pembayaran gaji sebesar 19,6 juta euro pada masa pandemi Covid-19, yang menurut klub hanya bersifat sementara, namun tidak pernah dicatat dalam laporan keuangan resmi hingga Ronaldo hengkang ke Manchester United pada musim panas 2021. Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, menggugat Juventus pada September 2023, dan pada April 2024, Dewan Arbitrase memutuskan ia berhak menerima separuh dari jumlah yang ditunda, ditambah bunga dan biaya perkara. Keputusan itu diperkuat oleh Pengadilan Turin pada Januari 2026, namun Juventus tetap menolak menyerah dan mengajukan banding tertinggi pada 27 Maret 2026.

Manajemen Juventus berargumen bahwa putusan sebelumnya hanya menilai aspek formalitas prosedural, bukan substansi hukum yang mendasari kesepakatan penundaan gaji. Klub menyatakan bahwa kasus ini belum menyentuh inti perjanjian antara pihak-pihak terkait, dan oleh karena itu, perlu ditinjau ulang di tingkat tertinggi peradilan Italia. Untuk menjaga stabilitas keuangan, Juventus mengaku telah mengalokasikan dana cadangan senilai 9,8 juta euro sejak tahun keuangan 2023-2024, sehingga perselisihan ini tidak akan mengganggu neraca saat ini. Hingga kini, Mahkamah Agung belum menetapkan jadwal sidang, memperpanjang ketegangan hukum yang telah berlangsung selama lima tahun antara sang legenda dan klub yang pernah dibelanya.

Perseteruan ini bukan sekadar soal uang, tapi juga soal kepercayaan, transparansi, dan warisan hukum dalam dunia sepak bola modern. Dengan Ronaldo kini bermain di Al-Nassr dan Juventus berada di tengah proses rekonstruksi, sengketa ini tetap menjadi salah satu kasus paling mencolok dalam sejarah hukum sepak bola Eropa.

Previous articleChelsea Buru Frenkie de Jong Gantikan Enzo Fernandez yang Pergi
Next articleManchester United Gagal Manfaatkan Peluang Emas, Kalah 0-2 dari Atletico Madrid