Sumbawanews.com,- Napoli kalah 1-3 dari Villarreal dalam laga matchday kedua Liga Champions 2026/2027, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB, di Stadion La Cerámica, Vila-real. Gol tunggal Amir Rrahmani di menit awal tak mampu bertahan, karena kesalahan pertahanan Napoli memicu serangan balik Villarreal yang membuahkan tiga gol dari Georges Mikautadze, Santiago Mourino, dan Tani Oluwaseyi. Kekalahan ini membuat Napoli tetap tanpa poin dari dua laga di fase grup, setelah sebelumnya juga kalah 0-1 dari Arsenal. Ketegangan antara pelatih Massimiliano Allegri dan gelandang Kevin De Bruyne kembali memanas usai pertandingan, menyusul perbedaan taktis yang tak terselesaikan.
Napoli sempat unggul berkat gol Rrahmani yang menaklukkan kiper Lucio Junior setelah umpan silang dari sisi kiri. Namun, kesalahan fatal Matteo Politano dalam umpan balik memicu serangan cepat Villarreal. Georges Mikautadze memanfaatkan ruang kosong di belakang lini belakang Napoli untuk menyamakan kedudukan. Tak berselang lama, Santiago Mourino mengeksploitasi kelemahan pertahanan tiga bek Napoli yang kehilangan kecepatan, mencetak gol kedua. Tani Oluwaseyi menutup kemenangan tuan rumah dengan gol ketiga di menit akhir, memperdalam kekalahan Napoli yang gagal memberi respons signifikan.
Pelatih Massimiliano Allegri mengakui kegagalan timnya menjaga konsistensi setelah skor 1-1. “Sepak bola Liga Champions memang seperti ini; Anda berusaha melakukan yang terbaik, tetapi begitu kedudukan menjadi 1-1, Anda tidak boleh langsung kebobolan gol kedua,” ujarnya kepada Sky Sport Italia. Formasi tiga bek yang sukses saat menang 3-0 atas Frosinone justru menjadi bumerang, karena lini belakang Napoli terlalu lambat menanggapi serangan balik cepat Villarreal.
Ketegangan antara Allegri dan De Bruyne kembali mencuat saat jeda babak pertama. Allegri mengaku meminta De Bruyne turun lebih dalam untuk mengatur permainan dari zona bertahan, sambil mendorong Scott McTominay maju ke posisi ofensif. “Saya memintanya untuk turun lebih ke belakang dan mendorong McTominay lebih ke depan, karena dia memiliki teknik yang lebih baik sementara McTominay lebih berguna dalam serangan, tetapi kami tidak saling memahami,” kata Allegri. De Bruyne, yang sebelumnya dikenal sebagai playmaker ofensif, mengakui ketidaknyamanannya dengan peran deep-lying playmaker yang diusulkan pelatih. Konflik ini menjadi tantangan besar bagi Allegri, yang kini harus memperbaiki kohesi tim di tengah tekanan hasil buruk di Liga Champions.
Dengan nol poin dari dua laga, Napoli harus segera memperbaiki struktur pertahanan, kecepatan reaksi, dan keselarasan taktis antara pelatih dan pemain kunci jika ingin tetap bertahan di kompetisi Eropa musim ini.















