Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia sedang mengevaluasi rencana uji coba melawan Yordania pada 13 November 2026 dan kemungkinan lawan pengganti seperti Kuwait atau Uni Emirat Arab, menyusul meningkatnya ketidakpastian keamanan di Timur Tengah. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keselamatan pemain dan staf menjadi prioritas utama, sehingga pihaknya akan menghubungi negara-negara mitra dalam 1-2 hari ke depan untuk memastikan kondisi lokasi pertandingan. Jika situasi tidak memungkinkan, PSSI siap mencari lawan alternatif di negara lain, meski waktu persiapan yang tersisa hanya sekitar satu bulan. Pelatih John Herdman tetap menginginkan tim menjalani laga tandang untuk menyesuaikan diri dengan atmosfer dan tantangan perjalanan jauh menjelang Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Erick Thohir mengakui bahwa pencarian lawan pengganti bukanlah hal mudah, terutama karena jadwal FIFA Matchday November 2026 semakin dekat. Namun, ia menegaskan bahwa risiko keamanan tidak bisa diabaikan, meskipun rencana awal sudah disepakati dengan negara-negara Timur Tengah. Ia juga menyebut bahwa negara-negara seperti Australia dan Korea Selatan, yang memiliki jadwal uji coba serupa, juga tengah mempertimbangkan ulang lokasi pertandingan mereka karena kondisi regional yang tidak stabil.
Meski demikian, PSSI menegaskan bahwa opsi menggelar laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak menjadi pilihan utama. John Herdman ingin para pemain tetap terbiasa dengan tekanan laga tandang—mulai dari cuaca, logistik, hingga kelelahan akibat perjalanan jauh—sebagai bagian dari persiapan menyeluruh menuju Piala Asia 2027. PSSI kini berada di titik krusial: memastikan kesiapan tim tanpa mengorbankan keamanan, sekaligus menjaga ritme persiapan yang telah dirancang sejak jauh-jauh hari.















