Sumbawanews.com,- Kimberly Guilfoyle, Dubes Amerika Serikat untuk Yunani, mengundurkan diri pada Selasa, 13 Oktober 2026, menyusul tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump atas sejumlah tuduhan penyalahgunaan jabatan. Pengunduran dirinya datang kurang dari dua jam setelah Gedung Putih secara resmi meminta ia melepaskan posisinya, mengakhiri spekulasi yang beredar selama beberapa hari. Tuduhan terhadap Guilfoyle mencakup ancaman terhadap pejabat Yunani, penerimaan hadiah tidak pantas, serta upaya memanfaatkan pengaruhnya untuk mendapatkan pembayaran tagihan kartu kredit senilai 100.000 dolar AS. Guilfoyle membantah semua tuduhan itu, menegaskan akan mempertahankan integritasnya dan menyatakan bahwa tindakannya selama menjabat selalu sesuai prosedur Kementerian Luar Negeri AS.
Sebelumnya, laporan dari The Wall Street Journal mengungkap bahwa Guilfoyle diduga mempromosikan kepentingan bisnis perusahaan Yunani, mengizinkan pelobi mengikuti pertemuan diplomatik tertutup, dan marah karena tidak diundang ke forum ekonomi di Davos. Ia juga dikabarkan sering menggunakan pesawat pribadi dengan izin resmi dari kementerian. Meski Menteri Luar Negeri Marco Rubio awalnya membela kinerjanya, ia kemudian enggan berkomentar lebih lanjut setelah laporan baru muncul. Pemerintah Yunani belum memberikan tanggapan resmi, meski sejumlah politisi oposisi mendesak pemanggilan Guilfoyle untuk klarifikasi. Sementara itu, tiga anggota Kongres AS dari Partai Demokrat—Gregory Meeks, Jeanne Shaheen, dan Robert Garcia—meminta penyelidikan resmi terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Guilfoyle, mantan pembawa acara Fox News dan mantan jaksa di California, menjabat sebagai duta besar sejak awal pemerintahan Trump.















