Sumbawanews.com,- Eks pemain AS Roma dan Timnas Belgia, Radja Nainggolan, mengaku menyesal tidak memilih membela Timnas Indonesia di level internasional, meski ia memiliki darah Indonesia dari ayahnya dan Belgia dari ibunya. Di usia 38 tahun, menjelang pensiun dari sepak bola profesional, ia menyadari bahwa kesempatan untuk memperkuat Garuda bisa saja membuka karier internasional yang jauh lebih panjang—hingga belasan tahun—jika ia memilih jalan lain.
Nainggolan debut bersama Timnas Belgia pada 29 Mei 2009 setelah menunjukkan performa menjanjikan bersama Piacenza di Serie B. Karier klubnya kemudian melesat: ia bergabung dengan Cagliari pada 2010, lalu pindah ke AS Roma pada 2014, dan terakhir bermain untuk Inter Milan pada 2018. Namun, di bawah pelatih Roberto Martinez, ia perlahan tersingkir dari skuad utama Belgia yang tengah memasuki era keemasan dengan kehadiran Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan sejumlah bintang lain. Di tengah persaingan ketat itu, ia mulai kehilangan tempat, meski masih berada di puncak usia profesional.
Kini, dalam wawancara dengan Nieuwsblad pada 13 Oktober 2026, Nainggolan mengakui bahwa ia tidak mempertimbangkan Timnas Indonesia saat muda. “Saat muda, saya tidak memikirkan hal itu. Namun, sekarang di usia 38 tahun saya melihat banyak hal berbeda,” ujarnya. Ia menilai antusiasme suporter Indonesia luar biasa—stadion penuh sesak, penonton hingga puluhan ribu, dan semangat yang tak terbantahkan. “Masih hangat dalam ingatan ketika 70 ribu orang memadati stadion ketika Timnas Indonesia melawan Vietnam dan Irak. Begitu fanatiknya orang di sana. Uang juga bertebaran,” katanya.
Meski sempat dikaitkan dengan minat klub Liga 1, Nainggolan hanya bermain untuk Bhayangkara FC di paruh kedua musim 2023-2024, dan tak pernah lagi dipanggil ke tim nasional mana pun. Ia kini menyadari bahwa keputusan masa muda itu mungkin telah menutup pintu bagi mimpi memperkuat tim yang mengalir dalam darahnya. Dengan segala kebanggaan yang ia raih di Eropa, ia tetap mengakui: “Mungkin jika saya memilih Indonesia, saya bisa 15 tahun membela tim nasional mereka.”















