Sumbawanews.com,- Pertandingan Liga Champions 2026/2027 antara Arsenal dan Lille di Emirates Stadium, London, pada Rabu (14/10/2026) pukul 02.00 WIB menjadi sorotan pecinta sepak bola Indonesia karena melibatkan dua pemain keturunan Tanah Air: Demiane Agustien dari Arsenal dan Calvin Verdonk dari Lille. Meski Agustien ikut latihan bersama tim utama The Gunners dan terlihat berinteraksi dengan Declan Rice, pemain berusia 19 tahun itu tidak masuk daftar skuad resmi UEFA, sehingga dipastikan tidak turun bertanding. Sementara itu, Verdonk, bek kiri Timnas Indonesia yang mengenakan nomor punggung 24, berpeluang besar tampil di laga ini—sekaligus menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Liga Champions, mengingat ia belum pernah tampil di kompetisi tersebut sepanjang kariernya. Pada laga pembuka Lille musim ini melawan Real Betis yang berakhir 2-3, Verdonk hanya duduk di bangku cadangan, namun namanya kini resmi terdaftar dalam skuad Liga Champions, membuka jalan bagi sejarah baru.
Agustien, lahir di Oss, Belanda, pada 28 Juli 2007, memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya, dengan nenek dan nenek buyutnya berasal dari Jakarta. Ayahnya, Kemy Agustien, mantan pemain profesional yang pernah membela Timnas Curaçao. Pemain muda ini sempat mencuri perhatian setelah membagikan foto jersey Timnas Indonesia bernomor 10 dengan namanya di Instagram Story, menunjukkan ikatan emosionalnya dengan akar budayanya. Namun, hingga laga ini berlangsung, ia belum mendapat kesempatan berkompetisi di level Eropa tertinggi.
Sementara itu, Verdonk yang kini menjadi andalan pertahanan Lille, siap menghadapi tantangan besar di markas Arsenal. Kehadirannya di lapangan bukan hanya soal performa, tapi juga simbolik—mewakili harapan jutaan fans Indonesia yang menanti momen pemain berdarah Nusantara tampil di panggung paling bergengsi sepak bola klub Eropa. Jika Verdonk turun, ia akan mencatatkan nama sebagai pemain pertama dari latar belakang Indonesia yang bermain di Liga Champions, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sejak kompetisi ini berdiri.















