Sumbawanews.com,- Manchester United akan menghadapi Atletico Madrid di Stadion Metropolitano dalam lanjutan Liga Champions, dengan tekanan besar menyelimuti tim asuhan Michael Carrick. Setan Merah hanya mengumpulkan enam poin dari enam laga Premier League musim ini — catatan terburuk sejak 1986 — dan gagal mempertahankan keunggulan meski unggul jumlah pemain dalam imbang 1-1 kontra Tottenham Hotspur pada 10 Oktober 2026. Di sisi lain, Atletico Madrid datang dalam gelombang performa positif di LaLiga, dengan empat kemenangan beruntun yang menempatkan mereka di posisi kedua klasemen, hanya di belakang Barcelona.
Meski unggul dalam performa domestik, Atletico masih menghadapi tantangan berat di Eropa: hanya menang dua kali dalam 15 pertemuan terakhir melawan tim Inggris, dengan 10 kekalahan dan tiga hasil imbang. Mereka juga belum pernah kalah dari Manchester United dalam empat pertemuan kompetitif di ajang Eropa — dua menang dan dua seri. Namun, United belum pernah menang atas Atletico dalam pertandingan resmi, dengan kekalahan 1-0 di Old Trafford pada babak 16 besar Liga Champions 2022 menjadi catatan terakhir mereka.
United juga kehilangan Benjamin Sesko akibat cedera, penyerang yang mencetak lima gol dalam tujuh penampilan starter di Liga Champions. Sebagai pengganti, Matheus Cunha — mantan pemain Atletico dari 2021 hingga 2023 yang pernah mencetak tujuh gol dalam 54 penampilan — berpotensi menjadi kunci di lini depan. Sementara itu, Julian Alvarez menjadi ancaman utama bagi pertahanan United, dengan 17 gol dalam 26 penampilan Liga Champions bersama Atletico, termasuk 10 gol dari 13 laga kandang.
Meski United memiliki rekor baik melawan klub Spanyol — hanya sekali kalah dalam 11 pertandingan terakhir — mereka masih memburu kemenangan pertama atas Atletico di kompetisi resmi. Pertemuan terakhir mereka di ajang resmi berakhir dengan kekalahan 1-0 di Old Trafford, setelah gol Renan Lodi. Pertandingan persahabatan pada Agustus 2026 yang dimenangkan United 2-1 lewat dua gol Bryan Mbeumo tidak mengubah fakta bahwa laga ini adalah ujian nyata bagi masa depan tim asuhan Carrick.















