Home Berita Olah Raga Shakhtar Donetsk Main di Stamford Bridge, Kenang Sejarah di Tengah Konflik

Shakhtar Donetsk Main di Stamford Bridge, Kenang Sejarah di Tengah Konflik

Sumbawanews.com,- Pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB, Shakhtar Donetsk menjamu AEK Athens dalam lanjutan Liga Champions, namun pertandingan itu tidak berlangsung di Ukraina, melainkan di Stamford Bridge, London—markas sementara klub asal Ukraina itu untuk seluruh laga kandang fase grup musim ini. Keputusan ini diambil akibat kondisi keamanan di timur Ukraina yang masih tidak stabil sejak invasi Rusia pada 2014, yang memaksa Shakhtar meninggalkan Donbas Arena dan mencari lokasi netral untuk bertanding. Stamford Bridge dipilih setelah kesepakatan dengan Chelsea, yang tidak berlaga di kompetisi Eropa musim ini setelah finis di peringkat ke-10 Liga Inggris 2025/2026.

Shakhtar Donetsk belum pernah bermain di kandang aslinya sejak 2014. Sejak itu, mereka terpaksa berpindah-pindah stadion di Polandia, Slovenia, dan Jerman untuk menjalani laga kandang di Liga Champions. Musim ini, sempat muncul wacana menggunakan stadion Brentford, namun akhirnya Chelsea menjadi pilihan resmi. Bagi Shakhtar, bermain di salah satu stadion paling ikonik dunia bukan sekadar solusi logistik, tapi juga momen simbolis—mendekatkan tim dengan para pendukungnya yang tinggal di Eropa, termasuk komunitas Ukraina di London.

“Memainkan pertandingan kandang Liga Champions di Stamford Bridge merupakan kesempatan istimewa bagi Shakhtar. Kami berterima kasih kepada Chelsea atas kesempatan untuk menggelar pertandingan di stadion yang begitu spesial ini,” demikian pernyataan resmi klub Ukraina. Mereka menegaskan bahwa atmosfer Stamford Bridge akan menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi suporter Ukraina maupun Inggris.

Chelsea, yang tidak memiliki jadwal kompetisi Eropa musim ini, menyambut baik kerja sama ini. “FC Shakhtar telah memainkan pertandingan di berbagai negara Eropa. Kami menantikan kedatangan mereka di London untuk menjalani kampanye Liga Champions musim ini,” ujar perwakilan Chelsea. Kedua klub berkomitmen bekerja sama erat dalam memastikan keamanan dan kelancaran seluruh pertandingan kandang Shakhtar di Stamford Bridge, termasuk empat laga lainnya melawan Sporting CP, Fenerbahçe, dan Real Madrid.

Bagi Shakhtar, setiap bola yang ditendang di Stamford Bridge bukan hanya upaya meraih poin—tapi juga pernyataan ketahanan, identitas, dan harapan di tengah krisis.

Previous articleEgy Maulana Kembali Cetak Gol, Dewa United Imbang 2-2 Lawan Persib
Next articlePersib Bangkit dari 0-2, Klok Ungkap Rahasia Semangat Ruang Ganti