Sumbawanews.com,- Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) sedang meninjau ulang rencana pertandingan uji coba timnas Korea Selatan melawan Arab Saudi pada November mendatang, menyusul serangan milisi Houthi terhadap Bandara King Khalid International Airport di Riyadh pada Sabtu (10/10). Serangan itu menewaskan 13 orang dan melukai sekitar 300 orang, termasuk warga negara asing, memicu kekhawatiran keamanan yang mendalam di kalangan otoritas sepak bola Korea. Pertandingan yang semula dijadwalkan dalam jeda FIFA Matchday 9–17 November itu merupakan bagian dari persiapan Korea Selatan menjelang Piala Asia 2027, yang juga akan diselenggarakan di Arab Saudi. KFA menyatakan sedang mempertimbangkan opsi memindahkan laga ke lokasi netral atau bahkan ke tanah air, mengingat peringatan perjalanan yang telah dikeluarkan.
Dalam rencana awal, tim Taegeuk Warriors dijadwalkan menjalani dua laga uji coba tandang di Arab Saudi, dengan satu pertandingan melawan tuan rumah dan satu lagi melawan tim lain di negara tetangga. Sementara itu, Arab Saudi sendiri juga dijadwalkan bertanding melawan Uzbekistan dan Korea Selatan dalam periode yang sama. Namun, dengan meningkatnya ketidakpastian keamanan, KFA menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang terus memantau situasi di lapangan secara ketat. “Kami terus menjalin komunikasi dengan AFC dan memantau situasi di lapangan secara cermat,” demikian pernyataan resmi KFA.
Kekhawatiran atas keamanan juga membuka kemungkinan perubahan lokasi Piala Asia 2027, yang rencananya berlangsung dari 7 Januari hingga 5 Februari di Arab Saudi. Sebelumnya, pada April, sejumlah media internasional melaporkan bahwa Australia sempat diusulkan sebagai tuan rumah alternatif akibat memburuknya situasi di Timur Tengah. Namun, AFC menegaskan hingga kini belum membahas secara resmi perubahan tuan rumah, dan semua rencana masih berjalan sesuai jadwal—dengan pengecualian yang sedang ditinjau ulang untuk laga persahabatan November mendatang.















