Home Berita Olah Raga Radja Nainggolan Menyesal Tak Pernah Bela Timnas Indonesia

Radja Nainggolan Menyesal Tak Pernah Bela Timnas Indonesia

Sumbawanews.com,- Mantan bintang AS Roma dan tim nasional Belgia, Radja Nainggolan, mengungkapkan penyesalan mendalam karena tidak pernah membela Timnas Indonesia saat masih aktif bermain. Dalam wawancara dengan media Belanda Nieuwsblad, pemain berusia 38 tahun itu mengaku kini melihat sepak bola Indonesia dengan mata yang berbeda—setelah mengalami langsung atmosfer fanatisme dan kehangatan sosial di tanah air ini saat bermain untuk Bhayangkara FC di akhir kariernya.

Awalnya, saat pertama kali tiba di Indonesia pada 2013, Nainggolan tak pernah mempertimbangkan untuk memakai jersey Garuda. Ia mengaku sepak bola Indonesia saat itu tidak meninggalkan kesan mendalam. Namun, pengalamannya bermain di liga domestik, ditambah dengan observasi mendalam terhadap antusiasme suporter, mengubah pandangannya. Ia mencontohkan pertandingan melawan Vietnam atau Irak yang mampu menghadirkan hingga 70 ribu penonton—angka yang menurutnya luar biasa untuk tim-tim yang bukan raksasa dunia.

Nainggolan juga terkesan dengan gaya hidup sosial di Indonesia, di mana kelas ekonomi tampak menyatu tanpa sekat. Ia menggambarkan pemandangan di siang hari: orang-orang berpakaian rapi dengan kemeja dan dasi duduk berdampingan dengan pedagang kaki lima yang mendorong gerobak makanan, semuanya menikmati waktu bersama di bawah bayangan gedung-gedung tinggi. “Saya santai di sana, sering makan di warung-warung kecil,” ujarnya.

Ia pun menyoroti ketimpangan dalam dunia sepak bola Indonesia, di mana sejumlah pemain lokal didukung merek mewah seperti Louis Vuitton, Hublot, dan Rolex, sementara pemain berdarah Indonesia-Belanda seperti Ivar Jenner masih bermain di level reservoar klub Belanda, Jong Utrecht. “Saya bisa saja punya karier internasional selama 15 tahun bersama Indonesia,” katanya, menggambarkan betapa besar potensi yang terlewat.

Namun, ia menegaskan bahwa kesempatan itu kini sudah tertutup. Penyesalannya bukan sekadar nostalgia, tapi refleksi mendalam atas apa yang bisa saja terjadi—jika ia memilih jalan berbeda. Untuk saat ini, hanya angan-angan yang tersisa: memakai jersey Timnas Indonesia, di depan 70 ribu suporter yang berdiri, bernyanyi, dan berdiri sebagai satu tubuh—tanpa memandang latar belakang.

Previous articlePolisi Gerebek 9 Sarang Narkoba di Sumut, 36 Orang Ditangkap
Next articleJuventus Gagal Menang, Spalletti Sindir Cagliari Soal Buang Waktu