Sumbawanews.com,- Marc Marquez, pembalap Ducati yang kembali bangkit di tengah persaingan ketat MotoGP 2026, kini menghadapi tantangan paling berat dalam karirnya: menang di Sirkuit Mandalika pada Pertamina Grand Prix of Indonesia, 9–11 Oktober 2026. Setelah memenangi balapan di Motegi dan naik ke posisi kedua klasemen, tertinggal dua poin dari pemimpin Jorge Martin, Marquez membutuhkan hasil sempurna di Indonesia untuk kembali memimpin kejuaraan. Namun, nasib buruk terus menghantui sang legenda di trek ini.
Sejak debut MotoGP Mandalika pada 2022, Marquez belum pernah finis di balapan ini. Pada edisi perdana, ia mengalami kecelakaan serius saat sesi pemanasan. Tahun 2023, ia terjatuh di tikungan 13 saat balapan berlangsung. Di 2024, mesin Ducati-nya mengalami kerusakan teknis, membuatnya gagal menyelesaikan lomba. Tahun lalu, motor Marquez kembali kena tabrak dari belakang oleh Marco Bezzecchi, mengakhiri harapannya sekali lagi. Empat tahun berturut-turut, Mandalika menjadi tempat impian Marquez berakhir tragis.
Tantangan semakin berat karena sifat Sirkuit Mandalika yang clockwise—dengan dominasi tikungan kanan—justru menjadi lawan alami gaya balap Marquez. Data menunjukkan, hingga MotoGP San Marino 2026, ia hanya menang 41 dari 159 balapan di sirkuit tikungan kanan, dengan persentase kemenangan 25,79%. Sebaliknya, di trek anti-clockwise yang lebih banyak tikungan kiri, Marquez meraih 37 kemenangan dari 60 balapan, dengan efisiensi 61,67%. Artinya, Mandalika bukan hanya sirkuit yang menantang, tapi juga justru menjadi “musuh alami” bagi keunggulan teknisnya.
Dengan gelar juara dunia yang masih terbuka dan semangat yang tak tergoyahkan, Marquez membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan—ia butuh keajaiban. Dan keajaiban itu, jika terwujud, akan menjadi kisah paling epik dalam sejarah MotoGP di Indonesia.















