Sumbawanews.com,- John Herdman mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Kemenangan ini menjadi puncak dari proses panjang pembangunan tim nasional yang dimulai sejak era Shin Tae-yong, dilanjutkan oleh Patrick Kluivert, dan akhirnya dipuncaki oleh pelatih asal Inggris itu.
Sejak menangani Timnas Indonesia pada awal 2026, Herdman mencatat 12 pertandingan dengan lima kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan dalam delapan laga pertamanya, sebelum mengikuti Piala AFF 2026. Di turnamen itu, Garuda menang 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste, tetapi kalah 0-3 dari Vietnam dan bermain imbang 1-1 melawan Singapura, sehingga gagal lolos ke semifinal. Namun, kegagalan sementara itu justru menjadi bahan bakar untuk kebangkitan di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, lalu bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Di laga penentu fase grup, Garuda menang telak 9-2 atas Bangladesh, dengan Mitchell Baker mencetak lima gol, memastikan posisi teratas. Di babak gugur, Indonesia terus menunjukkan ketajaman dan ketahanan hingga akhirnya menang adu penalti 4-2 atas Thailand di final.
Sebelumnya, Shin Tae-yong membangun fondasi kuat selama periode 2019–2024. Dalam 57 pertandingan, ia mencatat 26 kemenangan, 14 imbang, dan 17 kekalahan, dengan win rate 45,6 persen. Di bawah asuhannya, Indonesia mencapai final Piala AFF 2020, semifinal Piala AFF 2022, serta lolos ke Piala Asia 2023—untuk pertama kalinya melewati fase grup—dan menembus putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Pemain-pemain seperti Egy Maulana, Rizky Ridho, dan pemain berbasis Eropa mulai muncul sebagai tulang punggung tim.
Patrick Kluivert mengambil alih pada Januari 2025 dalam kondisi yang jauh berbeda: tim sudah memiliki kualitas internasional, tetapi ekspektasi pun melonjak tinggi. Dalam delapan pertandingan, ia mencatat tiga kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan, dengan win rate 37,5 persen. Indonesia menang 1-0 atas Bahrain dan China, serta 6-0 atas Taiwan, tetapi kalah telak 1-5 dari Australia, 0-6 dari Jepang, 2-3 dari Arab Saudi, 0-1 dari Irak, dan imbang 0-0 melawan Lebanon. Kekalahan-kekalahan itu menunjukkan bahwa fondasi kuat belum otomatis berubah menjadi trofi, terutama ketika waktu dan konsistensi menjadi kendala.
Herdman bukanlah pelatih yang membangun dari nol, tapi yang membuktikan bahwa fondasi itu bisa berbuah prestasi. Kemenangan di FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya titik akhir, tapi bukti bahwa perjalanan panjang Timnas Indonesia—dari rekonstruksi, peningkatan kualitas, hingga penyesuaian ekspektasi—telah mencapai puncaknya. Dengan gelar ini, Indonesia tidak hanya menjadi juara, tapi juga menegaskan diri sebagai kekuatan baru di peta sepak bola Asia Tenggara.















