Home Berita Olah Raga Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Tujuh Pemain Berdarah Belanda Jadi Kunci

Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Tujuh Pemain Berdarah Belanda Jadi Kunci

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia meraih gelar resmi pertama sejak 1991 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2 pada final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan berakhir 2-2 setelah perpanjangan waktu, dengan Dean James membuka keunggulan Indonesia di menit ke-84, Iklas Sanron menyamakan untuk Thailand, Peeradol Chamrasamee memberi keunggulan sementara bagi tamu, sebelum Elkan Baggott menyelamatkan harapan Garuda dengan gol penyama di menit ke-116. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses mengeksekusi penalti, sementara Emil Audero menjadi pahlawan dengan menyelamatkan tembakan Nattapong Sayriya.

Media Belanda Voetbal International (VI) menyoroti keberhasilan skuad Garuda dengan menekankan kehadiran tujuh pemain berlatar belakang sepak bola Belanda dalam starting XI: Kevin Diks, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Thom Haye. Dari ketujuhnya, hanya Justin Hubner dan Ole Romeny yang saat itu bermain di Eredivisie bersama Fortuna Sittard. Kevin Diks membela Borussia Mönchengladbach, Calvin Verdonk memperkuat Lille, Joey Pelupessy bermain di Lommel SK, sementara Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye berkarier di Persib Bandung.

VI juga mencatat kontribusi penting Justin Hubner di fase grup, ketika ia mencetak gol dalam kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh—gol yang bersama Mitchell Baker (5 gol), Rizky Ridho, dan Luke Vickery membantu Indonesia lolos ke final dengan unggul selisih gol atas Malaysia. Sehari sebelum final, VI sudah mengangkat euforia luar biasa di Indonesia, mengutip pernyataan Ole Romeny yang menyebut atmosfer pertandingan “tidak normal” dan menggambarkan gairah masyarakat terhadap tim nasional sebagai sesuatu yang luar biasa.

Kemenangan ini menjadi titik balik sejarah bagi sepak bola Indonesia, mengakhiri puasa gelar senior selama 35 tahun. VI menutup laporannya dengan menampilkan rekaman euforia massal di SUGBK, memperkuat narasi bahwa trofi ini bukan sekadar kemenangan olahraga, tapi momen nasional yang menggetarkan.

Previous articleCalvin Verdonk: Final ASEAN Cup 2026 Jadi Ukuran Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Next articleTimnas Indonesia Bangkit Lagi: Raja ASEAN yang Telah Bangkit dari Kematian