Home Berita Olah Raga Timnas Indonesia Bangkit Lagi: Raja ASEAN yang Telah Bangkit dari Kematian

Timnas Indonesia Bangkit Lagi: Raja ASEAN yang Telah Bangkit dari Kematian

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand lewat adu penalti, mengakhiri puasa gelar 35 tahun dan menjadi simbol kebangkitan seperti “takson lazarus” dalam sejarah sepak bola Asia Tenggara. Dalam laga final yang berlangsung 120 menit plus adu penalti, Indonesia tertinggal 1-2 di menit ke-111, namun menyamakan skor 2-2 lewat gol Elkan Baggott setelah sundulan Rizky Ridho yang ditepis kiper Thailand. Empat penendang Indonesia sukses mengeksekusi penalti, memastikan kemenangan 4-2 dalam adu penalti dan mengukir sejarah sebagai juara turnamen tersebut.

Kemenangan ini bukanlah hasil instan. Sejak babak grup, tim Merah Putih dihujani kritik atas permainan monoton dan kurangnya daya juang, bahkan setelah menang 2-0 atas Singapura pada 25 September. Kekalahan 0-1 dari Bulgaria di laga uji coba justru menjadi titik balik psikologis—publik melihat secercah harapan meski kalah. Ketika menghadapi Malaysia dengan hanya 10 pemain sejak menit ke-37, Indonesia bertahan imbang 0-0, tapi kekecewaan suporter justru memicu semangat juang yang membara. Hasilnya, kemenangan telak 9-2 di semifinal mengantarkan mereka ke final, meski keraguan terhadap kualitas permainan masih menggantung.

Dalam final melawan Thailand, Indonesia mendominasi dengan penguasaan bola 65 persen, namun harus menelan kekalahan sementara 2-1 setelah gol lawan di menit ke-111. Di saat itulah mentalitas juara benar-benar teruji. Rizky Ridho, bek tengah yang jarang masuk kotak penalti, memberikan umpan silang yang tak sengaja mengarah ke Elkan Baggott, yang dengan tenang menuntaskan peluang untuk menyamakan kedudukan. Dalam adu penalti, kepercayaan diri yang sempat hilang kembali menyala—empat eksekutor Indonesia, tanpa satu pun gagal, mengukuhkan kemenangan.

Gelar ini mengakhiri stigma bahwa Indonesia hanya mampu bersinar di level usia muda, sementara tim senior terus gagal menembus puncak. Thailand, Vietnam, dan Malaysia yang selama ini dianggap lebih eksis, kini harus mengakui kebangkitan Garuda. Setelah 35 tahun hibernasi, raja tanpa mahkota kini memegang kembali takhtanya—bukan sekadar juara, tapi simbol kebangkitan yang menggetarkan seluruh Nusantara.

Previous articleIndonesia Juara ASEAN Cup 2026, Tujuh Pemain Berdarah Belanda Jadi Kunci
Next articleManchester United Incar Micky van de Ven di Bursa Januari