Home Berita Droping Air Bersih ke 23 Desa, BPBD Sumbawa Juga Antisipasi Kekeringan Panjang

Droping Air Bersih ke 23 Desa, BPBD Sumbawa Juga Antisipasi Kekeringan Panjang

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa masih menyalurkan air bersih berdasarkan permintaan yang masuk dari desa-desa. Penyaluran air bersih hingga saat ini telah dilakukan di 23 desa pada 14 kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

“Karena kebutuhan puncak-puncak kekeringan, masih terus berlanjut (penyaluran air bersih) ini. Untuk kedaruratan kita droping di 14 kecamatan dan 23 Desa,” kata Junaedi, Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa melalui, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Rusdianto AR, di ruang kerjanya Senin (05/09).

Baca Juga: BPBD Akan Jadi OPD Tipe A

Diungkapkan, droping air bersih yang dilakukan merupakan penangan jangka pendek yang dilakukan pemerintah daerah lewat BPBD Kabupaten Sumbawa. dengan melakukan dropi ng air bersih. Sedangkan untuk penanganan jangka Panjang, BPBD berkoordinasi dengan Baperida Kabupaten Sumbawa, Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa maupun BWS.

Dijelaskan, permintaan air bersih yang masuk setiap tahunnya cenderung fluktuatif. Dan sasaran droping air saat ini kemungkinan juga masih akan bertambah, tergantung situasi kekeringan.

“Ini masih terus berlanjut karena kebutuhan dan permintaan dari desa masih berdatangan. Termasuk kemarin dari Lopok dan Langam,” ujar Anto, sapaannya.

Ditambahkan, beberapa daerah yang selama ini menjadi langganan penyaluran air bersih sudah tidak lagi dilakukan. Seperti Desa Klungkung yang telah memiliki jaringan saluran air.

“Kita sudah masuk ke situ. Jadi kita alihkan ke Lokasi lain yang masyarakatnya membutuhkan. Sudah teratasi disana dengan pompanisasi,” jelasnya.

Daerah-daerah yang dilakukan droping air bersih antara lain Kecamatan Plampang, Kecamatan Unter Iwes, Kecamatan Moyo Utara, Kecamatan Moyo Hulu, Kecamatan Alas dan Kecamatan Alas Barat. Selain itu, juga Kecamatan Buer, Kecamatan Lape, Kecamatan Labangka, Kecamatan Lantung, Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Lopok serta Kecamatan Moyo Hilir.

Antisipasi Kekeringan Panjang

Dijelaskan pula, BPBD Kabupaten Sumbawa saat ini juga tengah mengantisipasi potensi terjadinya kekeringan Panjang di Kabupaten Sumbawa. Sebab berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas hujan sangat minim.

Secara geografis, ucapnya, Kabupaten Sumbawa masuk dalam catatan daerah yang berpotensi kekeringan Panjang. “Itu telaah dan kajian dari teman-teman di BMKG, dan kita juga eksisting kondisi di lapangan sekarang ini. Jika kekeringan Panjang terjadi maka penyaluran air bersih juga akan diperpanjang. Bukan hanya kabupaten, kita juga berupaya untuk dari provinsi dan juga pusat untuk memback-up kekeringan,” jelas dia. (Using)

Previous articleIndonesia Hadapi Thailand di Final ASEAN Cup 2026 dengan Susunan Terkuat
Next articlePrabowo Janjikan Fasilitas Sepak Bola Daerah, FIFA Puji Kemajuan Indonesia
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik